
KOTAKU, BALIKPAPAN-Nana warga Klandasan Ulu menyempatkan diri untuk hadir di tengah aksi damai dari para mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Kota Minyak yang berlangsung di Jalan Jendral Sudirman, depan Balai Kota dan gedung DPRD, Senin (5/9/2022). Aksi tersebut merupakan wujud penolakan kenaikan harga BBM.
Kehadiran ibu rumah tangga berusia 33 tahun turut menyedot perhatian para peserta aksi. Bagaimana tidak, dia turut menyuarakan keluhanya terkait dampak kenaikan BBM.
Dia mengaku sengaja mampir dalam aksi tersebut karena kenaikan harga BBM juga berdampak terhadap kehidupannya.
Lantas, salah satu peserta aksi berinisiatif memberikan panggung kepada emak-emak tersebut melalui pengeras suara. “Turunkan harga BBM, elpiji serta barang kebutuhan pokok semua yang menyangkut kebutuhan sehari-hari,” cetus Nana (33) yang disambut tepuk tangan dan sorak sorai para peserta aksi.
Lebih lanjut, dia mengatakan usai terjadi kenaikan harga BBM, harga kebutuhan pokok tentunya juga turut naik terlebih dia juga menggunakan kendaraan roda dua untuk antar jemput anaknya ke sekolah.
“Saya mau jemput anak sekolah BBM harus antre biasa beli Rp10 ribu sekarang Rp13 ribu bayangkan, banyak harga kebutuhan pokok yang sudah naik alasannya katanya (harga) solar naik,” pungkasnya. (*)



