Hukum

Operasi Premanisme, Jatanras Polsek Balikpapan Barat Amankan Satu TO

KOTAKU, BALIKPAPAN-Polsek Balikpapan Barat melakukan operasi pemberantasan premanisme di kawasan Pandansari, Rabu (23/6/2021).

Kapolsek Balikpapan Barat, Kompol Totok Eko Darminto mengatakan dalam operasinya sedikitnya ada 30 orang yang berhasil dijaring. Satu di antaranya merupakan Target Operasi (TO) akibat viralnya video TO tersebut di media sosial Maret lalu.

“Kami cari dan menunggu selama satu minggu dan akhirnya ketemu saat kami melakukan operasi preman kemarin,” tuturnya kepada awak media, Kamis (24/6/2021).

Dijelaskan TO tersebut berinisial BO, melakukan ancaman kepada pedagang menggunakan sajam jenis celurit. BO langsung ditahan lantaran meresahkan pedagang Pasar Pandansari setelah sempat mengancam dengan menggunakan sebilah celurit. Pedagang yang dimaksud diketahui membayar sewa lapak kepada BO.

“Pedagang merasa sudah bayar tapi mau digusur, mau dialihkan ke orang lain. Mungkin karena dia (BO, Red) nggak ada uang dan istrinya lagi sakit maka dikeluarkanlah (mengancam dengan, Red) sajam tadi,” sambungnya.

Dijelaskannya, BO merupakan penguasa lapak di kawasan Pandansari. Ia memiliki 10 lapak, biaya sewanya dioatok Rp1,5 juta per 6 bulan untuk tiap lapak.

“Itu lapak tidak resmi, di jalanan umum. Makanya kami bersama Pemerintah Kota membersihkan (kawasan) Pandansari. Jadi fasilitas umum dan sosial harus sesuai peruntukannya,” ucapnya.

Masih menurut dia, BO merupakan residivis dan dengan ia kembali ditahan maka untuk kelima kalinya BO menginap di hotel prodeo. Dia dijerat Pasal 335 KUHP dengan ancaman pidana paling lama 1 tahun.

Kemudain untuk yang berhasil terjaring lainya selanjutnya akan dilakukan pembinaan. Seperti juru parkir (Jukir) liar. Pihaknya pun sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Perdagangan.

“Nanti yang jukir liar akan kami tertibkan dan kalau bisa kami manfaatkan untuk jadi juru parkir yang resmi,” ucapnya.

Pihaknya juga tengah menyiapkan personel khusus untuk melakukan penjagaan di pos kawasan tersebut. “Di Polsek Balikpapan Barat saya perintahkan kepada anggota jaga yang ada perwira pengawasnya bahwa apabila ada muncul, ya dibabat istilahnya Nobat. Nongol dibabat,” pungkasnya. (*)

To Top

You cannot copy content of this page