
Di samping melaksanakan deklarasi dan dukungan terhadap pembangunan IKN, juga digelar kegiatan Bakti Kesehatan yang digelar oleh 34 provinsi dengan berbagai jenis kegiatan, mulai dari vaksinasi target 1 juta dosis untuk Booster kemudian pelayanan kesehatan untuk berbagai macam keluhan ada 22.665 pasien kemudian operasi celah bibir dan langit capaian 918 pasien, donor darah 53.991 orang, dan operasi katarak 357 orang.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden KSPI Said Iqbal menambahkan bahwa akan ada 150 ribu orang yang bekerja di IKN. Menurutnya, hal itu merupakan masterpiece besar buat bangsa juga dalam mengembangkan suatu kota yang terintegrasi dengan konsep Smart Forest City.
“Mudah-mudahan bisa berjalan IKN dengan waktu yang tepat terbangun dan ini legenda dari Presiden Jokowi,” tuturnya.
Hal senada juga diungkapkan Arif Hidayat dari Aktivis Jaringan Nusantara. Melihat pembangunan IKN masih jauh karena masih berupa hutan. Namun harapan pembangunan IKN bisa berlanjut meskipun akan terjadi masa transisi pemerintahan dan politik.
Diharapkanya bisa terjadi kesepahaman bersama bahwa visi IKN ini visi bangsa bukan penguasa dari kelompok tertentu. “Itu harapan saya dari mahasiswa karena tujuan utama pembangunan IKN bagian dari visi besar monumental suatu warisan penanda peradaban yang akan diwariskan generasi bangsa Indonesia selanjutnya,” imbuhnya.
Terhadap polemik lahan yang muncul di sekitar IKN, Arif berharap dapat diatasi dan pemerintah konsisten kepada kewajibannya bahwa masyarakat di area sekitar IKN tidak dirugikan.
“Justru rencana pembangunan IKN di sini harus mengangkat harkat martabat warga masyarakat lokal baik ekonomi, pendidikan dan lainya,” tutupnya. (*)



