Metro

Patah Tulang, Derita Eko Pebruarita Ditinggal Penabrak di Jalan Pattimura Balikpapan Utara

KOTAKU, BALIKPAPAN-Bagi Eko Pebruarita (47), Jumat sore itu seharusnya menjadi perjalanan biasa menuju warung.

Namun di Jalan Pattimura, Batu Ampar Balikpapan Utara, segalanya berubah dalam hitungan detik.

Sebuah tabrakan dari arah belakang mematahkan tulang kakinya, sekaligus meninggalkan pertanyaan besar tentang empati dan tanggung jawab.

Ya, Eko yang mengendarai sepeda motor dengan kecepatan pelan mendadak terhempas setelah ditabrak sebuah minibus Toyota Innova.

Tubuhnya jatuh ke kiri jalan, sementara kaki kanannya tak lagi mampu digerakkan.

Di tengah rasa nyeri hebat, dia memilih bertahan dengan posisi duduk, menunggu bantuan medis, menolak dipindahkan demi menghindari cedera yang lebih parah.

Warga sekitar segera berdatangan. Namun di tengah kepanikan itu, Eko justru menyaksikan momen yang hingga kini sulit dia lupakan.

Mobil yang menabraknya sempat menepi. Seseorang turun, melihat sejenak, lalu pergi begitu saja.

Ironisnya, alasan kepergian itu belakangan terungkap. Yakni sang sopir mengaku terburu-buru mengantar anak pemilik mobil ke tempat les.

Ambulans baru tiba sekitar 20 menit kemudian. Eko dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Kanudjoso Djatiwibowo atau RSKD dan menjalani operasi pemasangan pen akibat patah tulang.

Empat hari dirawat inap, Eko kini masih menjalani rawat jalan intensif hingga empat kali dalam sepekan.

Suami korban, Digdo Susilo, mengungkapkan bahwa keluarga penabrak sempat menawarkan “tali asih” sebanyak Rp7,5 juta.

Tawaran itu ditolak. Biaya pengobatan telah menembus puluhan juta rupiah, dan yang lebih penting, Digdo menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar soal uang.

“Ini soal tanggung jawab,” tegasnya dijumpai Jumat (9/1/2026).

Yang membuat kasus ini semakin disorot, Digdo menyebut pemilik mobil diduga merupakan seorang tenaga medis, sementara pasangannya disebut berprofesi sebagai aparat penegak hukum.

Fakta tersebut menimbulkan harapan besar agar penanganan kasus dilakukan secara adil dan transparan.

Hingga berita ini diturunkan, kepolisian belum memberikan keterangan resmi. Sementara Eko, dengan kaki yang masih terpasang pen, hanya berharap keadilan tak ikut patah bersama tulangnya. (*)

To Top

You cannot copy content of this page