
KOTAKU, BALIKPAPAN-Potensi bencana di setiap wilayah itu pasti ada baik itu bencana banjir, kebakaran, dan lain sebagainya. Maka, mitigasi sebelum terjadinya bencana pun perlu dilakukan.
Seperti pembentukan tim penanggulangan bencana hingga memasang tanda berupa rambu di kawasan yang rawan bencana.
Seperti yang dilakukan Kelurahan Klandasan Ulu beberapa waktu yang lalu. Yakni memasang, rambu rawan juga dilengkapi petunjuk jalur evakuasi dan titik kumpul.
“Ini dilakukan agar masyarakat tidak panik jika terjadi bencana,” kata Lurah Klandasan Ulu R Novi Invani saat dijumpai awak media ini di kantornya, Jalan Jendral Sudirman, Balikpapan Kota, Jum’at (3/11/2023).
Adapun pemasangan rambu-rambu beberapa waktu yang lalu difokuskan untuk pemukiman padat penduduk yang rentan terjadinya kebakaran.
“Pengerjaan pemasangan rambu rawan bencana ini berkoordinasi dengan RT dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Red) sebagai penyelengara penyedia rambu,” jelasnya.
Lanjut Novi untuk di kawasan Klandasan Ulu memang dikenal rawan atau sensitif jika terjadi kebakaran. Bukan tanpa alasan, mengingat mayoritas merupakan pemukiman padat penduduk.
“Apalagi gak ada hydrant,” tambahnya.
Dia mencontohkan seperti di RT 3 dan RT 4 yang terletak di kawasan pesisir Kota Balikpapan, di kawasan itu mayoritas rumah berdempetan dan berbahan dasar kayu.
“Belum lagi aksesnya sulit ‘kan lokasinya di gang sempit,” ujarnya.
Maka selain memasang rambu, sosialisasi pun juga kerap dilakukan untuk masyarakat Kelurahan Klandasan Ulu agar tetap waspada dan tidak lengah atau teledor.
“Memang keteledoran manusia itu pasti ada, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena tingkat kerawanaanya di sini itu sangat tinggi,” ungkapnya.
Selain itu, juga kerap menggandeng BPBD untuk menggelar pelatihan penanggulangan seperti mengatasi jika terjadi kebocoran elpiji. (*)



