
Adapun metode khitanan yang digunakan yakni Combo Sealer atau Cauter Estetik. Sebuah metode yang dipastikan tidak meninggalkan rasa sakit karena dalam praktik khitan, dilakukan tanpa suntik, tanpa jahit dan tanpa perban. Lebih dari itu, metode ini dikenal mengutamakan kerapian.
Tim Medical Pegadaian dr Syaiful Arifin M Biomed dalam kesempatan tersebut menjelaskan, dengan metode tersebut proses penyembuhan dan pemulihan pasca khitan hanya membutuhkan waktu dua hari. Itu sebabnya, khitanan massal digelar sekalipun di luar jadwal libur panjang sekolah seperti yang jamak digelar.
“Dulu, khitan seminggu dua minggu baru sembuh karena banyak luka dengan digunting dan jahit. Sekarang dengan metode terbaru yakni Combo Sealer, jahitan hanya satu, lainnya menggunakan lem khusus operasi sehingga penyembuhan lebih cepat karena luka yang ditimbulkan lebih sedikit,” terangnya.
Yang terpenting, lanjut dia menerangkan, hasil khitan akan lebih rapi karena metode itu mengutamakan estetika. Secara akurasi dia menyebut, metode khitan yang diterapkan dalam kegiatan tersebut merupakan kali pertama di Kalimantan.
“Karena metode ini baru dua bulan diperkenalkan dan baru ada di Jakarta, Surabaya dan Semarang,” imbuhnya.
Tanpa nyeri disertai hasil yang mengutamakan kerapian, tentu ada harga lebih yang dibayar. Menurutnya, normalnya, khitanan dengan metode Combo Sealer menelan biaya Rp2 juta. Tak heran bila khitanan massal yang digelar Pegadaian Kanwil IV Balikpapan diserbu banyak peserta. Karena khitan tanpa sakit, tanpa jahit, tanpa perban dan hasil yang mengutamakan kerapian didapat peserta secara cuma-cuma bahkan ada tambahan souvernir yang didapat seluruh peserta.
Orang tua dari Muhammad Aji Pangestu, salah seorang peserta khitan mengaku terbantu dengan kegiatan khitanan massal yang digelar Pegadaian. “Kalau khitanan sendiri (secara mandiri, Red) sekitar Rp3 jutaan,” ucapnya. Terlebih, lanjut dia, proses khitan yang dijalani sang putra, tidak meninggalkan nyeri. “Nangis saat awal saja, waktu masuk ruangan dan dibius. Setelah itu enggak,” imbuhnya. (*)



