
KOTAKU, BALIKPAPAN-Untuk meminimalisir penyimpangan yang terjadi di Pelabuhan Fery Kariangau sekaligus memudahkan transaksi oleh para pengguna jasa, Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) XVII Kaltim-Kaltara tengah membahas pembayaran tiket di kawasan Pelabuhan Fery Kariangau dengan mekanisme non tunai atau cashless
Pembahasan itu dilakukan dalam rapat koordinasi di ruang rapat BPTD XVII Kaltim-Kaltara Jalan Patimura, Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara pada Selasa (19/10/2021) siang. Rencana pemberlakukan mekanisme cashless itu disambut baik oleh para operator.
“Kami sudah siap bekerja sama dengan pihak bank untuk menyiapkan software dan hardware hanya saja kami perlu berkoordinasi dengan operator sehingga tidak ada lagi permasalahan. Di dalam rapat tadi sepakat melaksanakan non tunai pada nanti beberapa hal yang menjadi catatan didiskusikan kembali sehingga pada saat pelaksanaan di lapangan bisa lancar,” kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha BPTD XVII Kaltim-Kaltara, Dailamianus di sela kegiatan, Selasa (19/10/2021).
Adapun target implementasi mekanisme dengan pembayaran non tunai yakni tahun 2022. Pun begitu dalam waktu dekat sosialisasipun akan dilakukan kepada masyarakat, yang menjadi kendala persiapan dan persamaan persepsi dengan operator karena. “Kami masih terkendala terkait SDM dan aturan,” imbuhnya.
Menurutnya, urgensi mekanisme non tunai selain perintah dari Kemenhub bahwa semua pelabuhan penyeberangan agar menerapkan pembayaran secara non tunai juga untuk memudahkan masyarakat transaksi tiket. “Masyarakat yang tidak membawa uang (tunai), tidak kerepotan,” ucapnya.
Penerapan non tunai juga menjadi upaya memotong upaya mengkondisikan muatan dengan memberikan cashback kepada para sopir truk. Di mana ketika diterapkan non tunai praktis semua akan tercatat dalam sistem.
“Masalah cashback kami tidak melihat sampai di situ ya, itu adalah kewenangan operator masing-masing, kami sudah melaksanakan non tunai dan pembayaran penjualan tiket sesuai aturan yang ada,” kata Daila.
Sementara itu, Manajer Dharma Lautan Utama Cabang Kariangau, Andri Irawan menyambut baik mekanisme tersebut karena bisa mengarah terhadap penjualan tiket online.
“Kami dari pihak operator selama itu baik untuk masyarakat Kaltim ya setuju saja, karena dengan sistem yang diperlukan kami bisa nanti itu arahnya kan tiket online, kami bisa lihat ditiap aplikasi artinya kan program ini yang akan mendapat keuntungan masyarakat Kaltim pada umumnya,” jelas Andri.
Untuk hal tersebut, tidak terlalu banyak untuk menyiapkan persiapan dalam mendukung pembayaran tiket melalui mekanisme non tunai, hal itu dikarenakan sudah menjadi kewenangan regulator. (*)



