Metro

Pelayanan Prima!! DKK Balikpapan Siagakan Nakes 24 Jam di Posko Kebakaran Klandasan Ulu

Alwiati

KOTAKU, BALIKPAPAN-Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan siagakan tenaga kesehatan (Nakes) di posko kebakaran RT 9, Klandasan Ulu Balikpapan, selama 7×24 jam.

Terdapat ratusan warga pesisir, terdampak musibah kebakaran, yang terjadi sekira pukul 05.05 Wita, Senin (18/3/2024).

Kepala DKK Balikpapan Alwiati mengatakan, telah menempatkan tim yang bertugas di posko pengungsian musibah kebakaran.

“Dari PSC (Public Safety Center, Red) dan Puskesmas kami gilir untuk bertugas,” ujar Alwiati, ditemui di sela-sela peresmian gedung baru Ruskesmas Karang Rejo oleh Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud, Selasa (19/3/2024).

Ya, kebakaran di Klandasan Ulu telah mengakibatkan ratusan warga kehilangan rumahnya. Namun demikian, tidak ada korban jiwa.

Disebutkan ada empat personel yang selalu siaga dan siap memberikan layanan kesehatan. Terdiri dari sopir ambulans, dokter, perawat dan satu orang lagi yang siap membantu nakes dalam memberikan pelayanan.

“InsyaAllah, kami siap memberikan pertolongan dan pelayanan. Di sana ada beberapa yang terdampak, seperti anak-anak. Tapi tidak ada korban jiwa,” ungkapnya.

Ia juga bersyukur, tidak ada warga yang mengalami luka berat. Hanya ada sebagian warga yang mengalami luka ringan akibat panik dan ikut membantu petugas pemadam kebakaran dalam memadamkan kobaran api.

Dari pantauan kotaku.co.id, nakes yang ditempatkan di posko pengungsian musibah kebakaran juga dibantu berbagai instansi, baik dari Kedokteran Kepolisian (Dokkes) Polresta Balikpapan, maupun dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Balikpapan dan berbagai pihak lainnya yang turut serta memberi bantuan kesehatan.

“Dari segi pelayanan kesehatan kami sangat siap. Pelayanan ini selama tujuh hari dulu. Selama 24 jam, dalam tujuh hari nakes kami hadir di sana sambil menunggu perkembangan,” ungkapnya.

Disebutkan, DKK juga terlibat dalam setiap rapat koordinasi terkait progres bantuan bagi warga terdampak.

“Paling nanti kalau sebentar lagi para warga mau direlokasi, mungkin kami akan persiapkan juga mobilisasinya. Terutama untuk orang tua dan anak-anak.

Sebenarnya saat ini mereka lebih membutuhkan perhatian bidang pendidikan, karena banyak anak-anak yang pakaiannya (seragam sekolah, Red) terbakar,” imbuhnya. (*)

To Top

You cannot copy content of this page