
KOTAKU, BALIKPAPAN-Unit Pelaksana Teknis Daerah Pusat Kesehatan Masyarakat (UPTD Puskesmas) Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara, menerapkan layanan terpadu bagi ibu hamil.
Secara garis besar, program ini sekaligus bertujuan untuk memastikan kesehatan ibu tetap terjaga selama masa kehamilan.
Selain pula mendukung pemantauan tumbuh kembang janin untuk 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Penanggung Jawab KIA Puskesmas Muara Rapak Nurul Jannah, menjelaskan bahwa pemeriksaan ibu hamil di puskesmas tidak hanya dilakukan oleh bidan.
Melainkan juga meliputi berbagai skrining kesehatan yang didukung fasilitas laboratorium memadai.
Layanan meliputi pemeriksaan hemoglobin, gula darah, protein urine, hepatitis, HIV, dan sifilis. Prosedur tersebut menjadi langkah awal untuk mendeteksi dini komplikasi kehamilan, termasuk anemia.
“Layanan ini seluruhnya difasilitasi pemerintah, jadi tidak dipungut biaya. Sesuai ketentuan program pemerintah, layanan pemeriksaan itu minimal delapan kali selama masa kehamilan,” terang Nurul, Kamis (27/11/2025).
Pelayanan juga mencakup konsultasi gizi mengenai pola makan ideal selama kehamilan dan persiapan menyusui.
Kemudian, pemeriksaan ke dokter gigi untuk skrining kesehatan mulut, serta pemeriksaan dokter umum.
Selain layanan-layanan tersebut, pemerintah juga memfasilitasi layanan ultrasonografi (USG) untuk memastikan pertumbuhan janin sudah ideal dengan usia kehamilan.
Pelayanan ini berlaku pada trimester pertama dan kedua pemeriksaan kehamilan.
Nurul mengimbau para ibu hamil memanfaatkan layanan terpadu di puskesmas secara maksimal. Mengingat pentingnya langkah-langkah ini untuk menjaga kondisi kesehatan ibu hamil dan janin.
Bahkan dia menyarankan agar intensitas pemeriksaan lebih ditingkatkan jelang persalinan.
“Semakin mendekati persalinan harus lebih rajin. supaya bisa lebih cepat mendeteksi ketika ada penyulit atau mungkin penyerta yang lain,” jelasnya.
Puskesmas Muara Rapak berharap ibu hamil dapat lebih sadar mengenai pentingnya pemeriksaan rutin dan pola hidup sehat.
Sehingga, risiko komplikasi masa kehamilan dapat ditekan dan pertumbuhan janin dapat optimal.
“Karena masalah ini memerlukan penanganan yang terintegrasi dan terpadu, maka perlu mendapat perhatian bersama,” pungkas Nurul. (*)



