Menurut Prasetyadi, integrasi Pelindo juga akan memudahkan koordinasi pengembangan kawasan industri dan ekonomi khusus di sekitar pelabuhan di daerah-daerah sehingga mendorong peningkatan konektivitas hinterland yang akan meningkatkan volume ekspor-impor dan trafik pelabuhan. Dengan demikian selain berkontribusi positif terhadap perekonomian nasional, integrasi juga merangsang pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah.
Lebih dari itu, penggabungan BUMN pelabuhan pandang tepat dan relevan untuk menyesuaikan dengan kemajuan industri yang makin pesat seiring kemajuan teknologi dan informasi. Sebagai perusahaan operator pelabuhan yang memiliki peran besar dalam menjaga rantai distribusi logistik dan berimplikasi pada kemajuan ekonomi negara, memang diperlukan terobosan melalui integrasi BUMN Pelabuhan.
Hingga saat ini, Peraturan Pemerintah tentang Penggabungan BUMN Pelabuhan masih dalam proses penerbitan. Kemudian selanjutnya akan berlaku efektif setelah penandatanganan Akta Penggabungan.
Rencana integrasi ini juga telah mendapat dukungan penuh dari berbagai kalangan termasuk dari Serikat Pekerja seluruh Pelindo. Kemudian 24 Agustus 2021, Serikat Pekerja PT Pelindo IV menggelar rapat koordinasi dengan agenda memberikan dukungan penuh atas integrasi Pelindo.
Turut hadir secara virtual dalam kesempatan tersebut yakni Dirut Pelindo I Prasetyo, Dirut Pelindo II Arif Suhartono, Dirut Pelindo III Boy Robyanto, serta masing-masing jajaran direksi. (*)



