
KOTAKU, BALIKPAPAN-DPRD Balikpapan mengungkap berbagai keuntungan dari pembukaan jalan alternatif di Perumahan Wika yang saat ini ditutup sementara.
Langkah ini dinilai strategis dalam mengurai kemacetan serta meningkatkan aksesibilitas bagi warga.
Ya, penutupan akses jalan alternatif yang menghubungkan Perumahan Wika di Balikpapan mendapat perhatian serius dari Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan H Yusri.
Padahal menurutnya, jika jalan tersebut dibuka tidak hanya akan mengatasi masalah kemacetan yang selama ini terjadi di kawasan tersebut, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Yusri menilai, keberadaan jalan yang lebih lebar akan memudahkan akses warga dan pelaku usaha untuk beraktivitas.
“Pembukaan jalan ini bisa menjadi amalan baik dan membuka potensi ekonomi baru. Jika akses jalan lebih terbuka, ada peluang bisnis yang berkembang di sekitar,” ujar Yusri saat ditemui di gedung DPRD Balikpapan, Selasa (17/2/2025).
Legislator Partai Golkar ini menambahkan, dengan dibukanya akses jalan alternatif tersebut, berbagai usaha seperti pembangunan ruko, usaha salon, jasa cuci, hingga kafe bisa bermunculan di sekitar wilayah tersebut, menciptakan lapangan pekerjaan baru, dan meningkatkan aktivitas ekonomi.
Menurut Yusri, masalah kemacetan di kawasan Perumahan Wika sudah cukup mengganggu, terutama saat jam-jam sibuk. Warga yang melewati jalan tersebut sering kali terjebak dalam antrean kendaraan yang panjang, menyebabkan keterlambatan dan ketidaknyamanan.
Dengan adanya akses jalan yang lebih lebar dan lancar, masalah kemacetan ini diharapkan dapat diatasi.
“Penting untuk membuka akses jalan ini agar perekonomian di sekitar kawasan bisa tumbuh. Warga sekitar bisa mendapatkan manfaat dari keberadaan jalan ini, dan tidak hanya masalah kemacetan,” tambah Yusri.
Lebih lanjut, Yusri mengajak semua pihak terkait, baik warga, pengembang, maupun pemerintah, untuk bersama-sama mencari solusi terbaik bagi masalah ini.
Dia menekankan bahwa keberhasilan pembukaan jalan ini bergantung dengan komunikasi yang baik dan kerja sama antarpihak.
“Kami berharap dengan adanya komunikasi yang baik, masalah ini bisa selesai tanpa ada pihak yang merasa dirugikan,” tutup Yusri. (*)



