
KOTAKU, BALIKPAPAN-Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus berupaya mencari solusi untuk mengatasi permasalahan sampah di TPA Manggar yang diprediksi akan penuh tahun 2026 mendatang.
Dengan rata-rata volume sampah mencapai 400 ton per hari, berbagai strategi sedang digodok untuk memastikan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Wali Kota Balikpapan DR H Rahmad Mas’ud mengungkapkan bahwa ada beberapa program yang sedang dipertimbangkan untuk mengatasi persoalan yang saat ini masih dalam proses simulasi.
Seperti pembebasan lahan untuk penambahan area TPA Manggar, hingga menjajaki penggunaan teknologi pengelolaan sampah.
“Komunikasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup terus dilakukan untuk mendukung upaya ini,” ujar Rahmad Mas’ud, Senin (15/9/2025).
Tepatnya berkaitan dengan rencana penggunaan teknologi insinerator. Dia menjelaskan, teknologi ini telah dikaji oleh Kementerian Lingkungan Hidup, yang mampu mengelola sampah dengan suhu tinggi antara 850 hingga 1.200 derajat celsius.
Insinerator efektif untuk mengurangi volume dan berat sampah, terutama Jenis sampah anorganik seperti plastik yang sulit didaur ulang. Selain itu, teknologi ini juga dapat menghasilkan energi listrik.
“Teknologi ini kerap digunakan dalam mengelola limbah atau sampah dengan suhu yang tinggi,” ucapnya.
Saat ini, Pemkot Balikpapan tengah menunggu Keputusan Presiden atau (Keppres) terkait penggunaan mesin insinerator. Termasuk kapasitas sampah yang dapat diolah di TPA Manggar.
Lahan seluas 5 hektare, dari total 40 hektare di TPA Manggar telah disiapkan untuk mendukung rencana ini.
Pemkot Balikpapan juga terus mendorong pengurangan sampah melalui pembentukan bank sampah secara masif.
Berdasarkan data terakhir, pengurangan sampah ke TPA Manggar baru mencapai 30 persen. Pemkot Balikpapan kini menargetkan penambahan pengurangan sebesar 20 persen lagi untuk mencapai total 50 persen sesuai standar penilaian Adipura Kencana.
“Ini adalah tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan kota. InsyaAllah melihat beberapa upaya yang dilakukan, predikat Adipura Kencana bisa dipertahankan,” pungkasnya. (*)



