Metro

Performa Mufassir dan Mufassirah Meningkat, Potensi Melaju di MTQ Nasional

Salah seorang mufassir tampil menafsirkan kalam Allah SWT. (kotaku.co.id/ryan)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Para mufassir dan mufassirah atau peserta tafsir Quran yang berupaya tampil maksimal dalam gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke 44 Kalimantan Timur (Kaltim) di Balikpapan, disebut pantas untuk melaju ke tingkat nasional.

Seperti disampaikan Ketua Bidang Majelis Tafsir Andi Alauddin Hasan, yang juga Dewan Hakim Cabang Lomba Tafsir Quran Bahasa Arab, Inggris dan Bahasa Indonesia

“Performa para peserta sangat baik. Sebenarnya ada yang mengalami peningkatan, ada juga yang menurun,” ujar Andi, ditemui usai acara, di aula Gedung Fakultas Kedokteran Lantai 8, Universitas Balikpapan (Uniba), Kamis (18/5/2023).

Ia mengatakan, melihat perkembangan para peserta dari tahun ke tahun. Dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan kemampuan yang signifikan dari beberapa peserta asal Kaltim.

Hanya saja, Andi tidak menunjukkan identitas peserta yang mengalami peningkatan kemampuan dalam menafsir kalam Allah SWT.

Alasannya, terkait dengan asas kerahasiaan dan profesionalitas sebagai dewan hakim yang memberi penilaian dalam cabang lomba tersebut.

“Semoga nanti yang terpilih bisa menjadi calon-calon peserta untuk mengikuti MTQ tingkat nasional.

Andi Alauddin Hasan (tiga kanan) bersama dewan hakim lainnya mengabadikan momen usai kegiatan. (kotaku.co.id/ryan)

Karena sebentar lagi ajang MTQ nasional yang akan diadakan di Kaltim,” katanya.

Untuk diketahui, Kementerian Agama menunjuk Kalimantan Timur sebagai tuan rumah pelaksanaan MTQ tingkat nasional, tahun 2024 mendatang.

Hal ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Menteri Agama RI Nomor 321 Tahun 2024 tentang Penetapan Provinsi Kaltim sebagai Tempat Penyelenggara MTQ Tingkat Nasional XXX.

“Kalau bicara peningkatan tentu acuannya tahun lalu. Karena tahun ini persaingannya lebih ketat,” urainya.

Ia menekankan peningkatan kemampuan para mufassirah lebih dominan daripada peserta pria.

“Karena memang untuk kategori puteri yang difinalkan dalam ajang ini. Kalau untuk putra tidak difinalkan karena kekurangan peserta.

Kami berharap kemampuan peserta seluruh Kaltim bisa ditingkatkan lagi, khususnya Balikpapan sehingga bisa mencetak generasi yang lebih baik lagi di bidang ilmu agama,” pungkasnya. (*)

To Top

You cannot copy content of this page