
KOTAKU, BALIKPAPAN-Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan telah menyiapkan konsep segar untuk pelaksanaan Balikpapan Fest 2026.
Dalam event tersebut, Disporapar Balikpapan akan mengangkat tema “Pesisir Nusantara” yang sejalan dengan arah pembangunan pariwisata daerah, tahun mendatang.
Tema ini menjadi upaya strategis untuk menampilkan kekuatan Balikpapan sebagai kota pesisir yang berbudaya, berdaya saing, dan memiliki potensi ekonomi maritim.
Kepala Disporapar Balikpapan dr CI Ratih Kusuma, menyebutkan, gagasan ini muncul dari keinginan untuk memperluas citra Balikpapan dari sekadar kota industri dan bisnis.
Melainkan juga sebagai destinasi pesisir yang menyimpan budaya dan aktivitas maritim menarik.
Ratih menilai potensi tersebut menjadi kekuatan utama yang layak diangkat sebagai narasi besar promosi pariwisata.
Laut, pelabuhan, serta aktivitas perdagangan menjadi bagian penting dari identitas Balikpapan yang selama ini belum tergarap optimal.
“Saya melihat Balikpapan harus dibuka lebih luas sebagai kota pesisir. Kita punya pelabuhan, laut, dan perdagangan. Potensi ini harus diangkat menjadi kekuatan pariwisata,” ujarnya dalam Konferensi Pers Balikpapan Fest 2025 di Plaza Balikpapan, Senin (3/11/2025).
Dijelaskan, dengan konsep “Pesisir Nusantara”, Disporapar Balikpapan ingin menampilkan Balikpapan sebagai simpul dalam rantai maritim Indonesia.
Unsur budaya lokal, ekowisata, dan ekonomi kreatif pesisir akan berpadu dalam kegiatan Balikpapan Fest demi menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Lebih lanjut, Ratih menjelaskan, wisata pesisir bukan hanya tentang pantai. Melalui event tersebut, Disporapar Balikpapan akan mengangkat kisah masyarakat pesisir, tradisi perdagangan, hingga kekayaan kuliner laut yang menjadi ciri khas.
Ratih memastikan konsep tersebut telah lolos tahap kurasi nasional karena memiliki ide pengembangan yang kuat dan relevan dengan arah promosi pariwisata Indonesia.
Selanjutnya, Disporapar Balikpapan akan melakukan presentasi di tingkat nasional untuk memastikan Balikpapan masuk dalam kalender event wisata Indonesia 2026.
“Mereka menilai konsep ini menarik. Semoga tahapan berikutnya kami bisa mempertahankan ide ini sebagai daya tarik,” kata Ratih.
Ya, inovasi menjadi langkah penting agar kegiatan pariwisata Balikpapan selalu dinamis dan tidak monoton.
Tahun 2025, Balikpapan mengusung tema tiga kearifan budaya Kalimantan Timur, yakni keraton, pesisir, dan pedalaman.
Tahun sebelumnya, melalui Balikpapan Fest, Disporapar Balikpapan berhasil menggaet 42 ribu kunjungan dari target 20 ribu wisatawan.
Ratih meyakini inovasi menjadi strategi penting kegiatan promosi wisata agar masyarakat luas menemukan hal baru dari Balikpapan.
Pendekatan ini juga memperkuat komitmen Balikpapan sebagai kota yang peduli terhadap pelestarian budaya.
“Kami ingin masyarakat dan wisatawan melihat Balikpapan sebagai bagian penting dari pesisir Nusantara. Ini bukan hanya tentang laut, tapi tentang jati diri,” pungkasnya. (*)



