
KOTAKU, BALIKPAPAN-PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) terus berkomitmen dalam mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan guna mendukung keandalan pasokan listrik di Kalimantan Selatan (Kalsel).
Sebagai bagian dari upaya tersebut, PLN UIP KLT bersama dengan Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 4 (UPP KLT 4) melakukan koordinasi intensif dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel.
Pertemuan koordinasi dilaksanakan Jumat, 20 Juni 2025, bertempat di kantor Kejati Kalsel Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Banjarbaru.
PLN UIP Kalbagtim diwakil Manager Perizinan dan Komunikasi UIP KLT Teddy Kristianto.
Sedangkan UPP KLT 4 diwakili Asisten Manager Perizinan dan Umum Afrianto Ramadhan. Sementara dari Kejati Kalsel hadir jajaran Bidang Datun yang turut mendukung kelancaran agenda.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas kendala yang dihadapi di lapangan serta langkah tindak lanjut yang diperlukan untuk mendorong proses percepatan pra konstruksi pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Sei Durian – Tarjun.
PLN berharap melalui sinergi dengan Kejati Kalsel, hambatan maupun kendala dalam proses perizinan dan kegiatan pembebasan lahan dapat segera terselesaikan dengan baik.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan Kejati Kalsel, khususnya Bidang Datun, dalam mendampingi dan memberikan pertimbangan dukungan terkait pelaksanaan proyek strategis ketenagalistrikan ini.
Sinergi ini penting agar pembangunan infrastruktur berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Teddy Kristianto dalam siaran pers.
Terpisah, General Manager UIP Raja Muda Siregar, turut mengapresiasi kolaborasi tersebut.
“Kami menyadari bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Dukungan dari Kejati Kalsel sangat berarti dalam memastikan setiap tahapan proyek berjalan sesuai aturan dan memberikan kepastian hukum, sehingga masyarakat dapat segera menikmati manfaat dari pembangunan ini,” ungkap Raja. (*)



