
KOTAKU, BALIKPAPAN-Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DP3) Kota Balikpapan tengah gencar melakukan upaya untuk meningkatkan hasil produksi pertanian.
Upaya itu ditandai dengan memberikan pelatihan dan bantuan bagi para petani. Meskipun Balikpapan adalah kota besar dengan lahan pertanian yang terbatas—yakni hanya sekitar 6 ribu hektare—sehingga, hasil produksi pertanian dan perkebunan menjadi terbatas. Akan tetapi memiliki komunitas petani yang cukup banyak, mencapai 5.160 orang.
Terkait itu, Kepala DP3 Balikpapan Sri Wahjuningsih yang akrab disapa Yuyun, menekankan pentingnya mendukung para petani.
“Artinya jumlah petani di Kota Balikpapan tidak sedikit, dan tugas kami adalah memastikan mereka memiliki alat dan pengetahuan untuk meningkatkan produksi,” ujarnya dalam sebuah wawancara di kantornya, Selasa (20/8/2024).
Lanjut dia menjelaskan, mayoritas petani berada di kawasan Teritip, Lamaru, Manggar, Manggar Baru, Sepinggan, dan Karang Joang. Untuk mendukung para petani, DP3 meluncurkan sejumlah program, termasuk penyediaan Alat Mesin Pertanian (Alsintan), bantuan pupuk, serta pelatihan berkelanjutan.
DP3 juga menempatkan 13 penyuluh pertanian untuk dua Balai Penyuluh Pertanian (BPP) yang berlokasi di Balikpapan Timur dan Karang Joang.
Penyuluh ini bertugas di lapangan, memberikan bimbingan kepada petani tentang cara terbaik dalam membudidayakan tanaman pangan maupun perkebunan, dengan tujuan untuk meningkatkan hasil panen dan menjaga keberlanjutan.
Selain itu, DP3 juga fokus dengan program pelatihan pascapanen, mengajarkan para petani cara mengolah dan mengemas hasil panen.
Hal ini penting untuk dilakukan guna menjaga nilai jual produk, bahkan ketika harga pasar berfluktuasi. “Tidak cukup hanya menanam, petani juga harus tahu cara mengelola hasil panen jika harga turun, agar tetap bisa dijual dengan baik,” jelas Yuyun.
Dengan upaya ini, DP3 berharap dapat memberdayakan petani Balikpapan untuk lebih mandiri, inovatif, dan pada akhirnya, menjadi kontributor utama dalam ketahanan pangan kota. (*)



