
Isu lingkungan dan ketahanan pangan menjadi latar belakang utama adanya program Hidroponik Rosella. Melalui semangat mitra binaan Program TPST menjadikan Posyandu Rosella mampu mengelola hidroponik sebagai bentuk ketahanan pangan dan kepedulian terhadap lingkungan di pemukiman padat, kampung atas air. “Dengan gotong-royong masyarakat ini menjadi simbol terwujudnya tanaman yakni hidroponik sebagai upaya penghijauan di pemukiman kita,” kata Ketua PKK Kota Balikpapan Nurlena Rahmad Mas’ud dalam sambutannya.
Melihat kondisi perekonomian dunia serta krisis pangan yang sedang melanda beberapa negara, program ini juga menjadi sudut pandang tersendiri bagi PKK Kota Balikpapan. “Kewaspadaan terhadap kondisi perekonomian dunia saat ini perlu diatasi dengan program-program ketahanan pangan seperti yang telah dilakukan di Kelurahan Margasari. Jika masyarakat mampu mempersiapkan diri sebaik mungkin, maka ketakutan krisis pangan bisa diatasi,” kata Nurlena.
Pemanfaatan fasilitas hidroponik Rosellla tidak hanya untuk sawi dan seladri saja, namun terdapat jenis tanaman lainnya yang bisa dikembangkan seperti selada air yang telah dipanen dalam kesempatan sebelumnya. “Tidak hanya sawi, tanaman seperti cabai dan sayuran jenis lainnya bisa dikembangkan dan berpotensi semakin memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” harapnya.
Selain itu, perusahaan diharapkan selalu hadir dan terus berkomitmen dalam pengembangan masyarakat sehingga mampu memperkuat kemandirian masyarakat. “Harapannya Pertamina tidak hanya memberikan pendampingan berupa hidroponik dan perhatian aspek kebencanaan, tetapi ada pengembangan-pengembangan masyarakat untuk aspek lainnya,” katanya.
Terpisah, PT KPI Unit Balikpapan juga mengungkapkan apresiasinya kepada kelompok ibu-ibu RT 30. “Panen kedua ini dengan jenis sayur yang berbeda dengan panen pertama menjadi bukti bahwa kebun hidroponik Green House Rosella ini mampu memenuhi berbagai macam kebutuhan warga di Kelurahan Margasari. Harapan kami program ini akan tetap berlanjut serta dapat memperluas lagi jangkauan penerima manfaatnya.” tutup Area Manager Communication, Relations & CSR KPI Unit Balikpapan Ely Chandra Peranginangin. (*)



