Warga sekitar yang melihat kejadian kebakaran mulai berdatangan ke lokasi untuk menyaksikan langsung kejadian kebakaran di DPPU. Diantara warga yang datang ada oknum warga yang mulai mencoba masuk lokasi DPPU karena mendengar salah seorang petugas yang terluka adalah anggota keluarganya. Security mencoba untuk menahan agar tidak masuk ke lokasi kejadian karena dapat membahayakan yang besangkutan, tetapi warga tersebut bersikeras masuk untuk menemui OH DPPU Sepinggan meminta penjelasan dan ganti rugi serta mulai mempropokasi warga yang lain. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan OH DPPU Sepinggan menghubungi Polsek Bandara untuk meminta bantuan pengamanan. Tidak begitu lama personil Polsek Bandara tiba di lokasi dan mulai melakukan pengamanan terhadap warga yang datang di lokasi.
Korban luka bakar setelah dilakukan P3K dibawa menuju RU AURI dengan ambulan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut yang selanjutnya dirujuk ke RS Pertamina untuk mendapatkan penangan intensif.
Dengan dukungan tim pemadam dari luar baik, kurang lebih 90 menit api berhasil dikendalikan dan pemadamanan selesai, tepatnya pukul 15.00 Wita. Secara keseluruhan simulasi berjalan dalam waktu 3 jam.Keadaan darurat berhasil ditanggulangi, OH DPPU Sepinggan menyampaikan ke EGM bahwa keadaan darurat selesai atau dicabut.
Urutan kejadian tersebut merupakan skenario simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) yang dilaksanakan Pertamina DPPU Sepinggan. Kegiatan simulasi PKD secara periodik dilakukan untuk menguji kesiapan dan kesiagaan sistem penanggulangan keadaan darurat yang sebenarnya.
“Kegiatan simulasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesiagaan dan kesigapan dalam menangani keadaan darurat serta untuk melatih, me-refresh, serta mengevaluasi kembali bagaimana Standard Operating Procedure (SOP) penanganan saat keadaan darurat. Simulasi PKD ini minimal dilakukan setiap setahun sekali dan sekaligus melatih pemahaman tugas dan tanggung jawab setiap fungsi terhadap kondisi emergency yang sewaktu waktu bisa terjadi dan merupakan kegiatan yang sangat penting guna meningkatkan kehandalan dan kesiapan sistem, sumber daya, dan fasilitas penanggulangan keadaan darurat yang ada dalam suatu lokasi ketika menghadapi kondisi yang sebenarnya,” jelas EGM PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan M Taufiq Setyawan dalam keterangan tertulis yang disampaikan, Selasa (18/10/2022).



