
Nunu yang secara simbolis menyerahkan penghargaan berupa emas murni 5 gram itu, menambahkan jika PDAM yang sudah bernama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan tidak boleh stag dan perlu mengikuti era digital.
“Usia pensiun itu sebagai bahan edukasi bagi pegawai muda. Bahwa jika bekerja sungguh-sungguh maka pengabdian di perusahaan penuh arti dan sampai di puncak. Jadi yang muda harus lebih inovatif sebab akan menjadi estafet kepemimpinan ke depan,” pinta Nunu.
Disebutkannya, Kota Balikpapan akan terus berkembang. Apalagi sudah ditetapkan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan Balikpapan sebagai daerah penyangga atau terasnya IKN. Migrasi penduduk ke Kota Beriman itu semakin banyak. Dan membutuhkan kebutuhan dasar dan vital yakni air bersih.
Nunu berpesan, ke-27 pegawai boleh purna tugas atau pensiun di PDAM. Tetapi dedikasinya akan selalu dikenang dan pengabdian bisa dilanjutkan di tengah masyarakat karena tidak ada istilah pensiun.
“Ilmu-ilmu kepemimpinan dan teknis bisa dilanjutkan di tengah masyarakat. Sebab, purna tugas itu berhenti dari jabatan hanya terkait administratif. Tapi tugas di tengah masyarakat tak ada istilah pensiun dan selalu dinanti,” urai Nunu. (*)



