
KOTAKU, BALIKPAPAN-Bermula dari semangat masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) tahun 2023 lahir destinasi wisata kelas nasional yakni pasar tumpah Pringgondani. Yakni pasar tradisional yang menawarkan
Yakni tempat wisata ini memanfaatkan perbukitan hijau Jalan Gunung Binjai, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur. Yang menawarkan suasana pasar tradisional, menjajakan berbagai produk hasil bumi nusantara dan aneka kuliner khas, produk kerajinan dan masih banyak lagi.
Lebih dari sekadar tempat berbelanja, pasar ini juga menawarkan ruang bagi wisatawan untuk mengenal lebih dalam budaya serta kehidupan masyarakat setempat.
Hal unik yang tidak ditemukan di tempat lain yaitu penggunaan uang kayu untuk bertransaksi.
Sebelum memasuki lokasi pasar ada loket khusus untuk menukarkan uang kayu senilai Rp 5.000, Rp 10.000 dan Rp 20.000 yang bisa digunakan untuk bertransaksi.
Namun jangan khawatir, uang tunai juga berlaku sebagai alat pembayaran. Jika uang kayu tidak habis saat berbelanja, bisa ditukar kembali dengan uang tunai di loket.
Tidak hanya transaksi jual beli, Pasar Pringgodani juga memperlihatkan interaksi hangat antara pengunjung dan penduduk.
Wisatawan dapat menikmati pertunjukan budaya, menjelajahi berbagai tradisi, serta merasakan keramahan masyarakat Balikpapan.
Suasana ini menjadikan pasar tersebut sebagai tempat yang kaya akan nilai budaya, karena pengunjung bisa belajar sekaligus menikmati pengalaman otentik.
Tempat ini juga tergolong asri, pengunjung bisa melihat pemandangan hijau karena pasar ini berada di tengah hutan, yang menjadi pusat penelitian agronomi dan hortikultura.
Kini, Pringgondani telah menjelma menjadi desa wisata berprestasi, menembus 15 besar nasional dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2025.
Dukungan besar datang dari Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, yang terus memberikan pembinaan hingga kawasan ini naik kelas menjadi desa wisata kategori maju.
“Awalnya Pringgondani hanya rintisan. Kami terus lakukan pembinaan, hingga kini masuk kategori maju. Harapan kami, Pringgondani bisa mandiri dan menjadi contoh bagi desa wisata lainnya di Balikpapan,” tutur Kepala Disporapar Balikpapan Ratih Kusuma, dijumpai, Sabtu (11/10/2025).
Bagi Ratih, kesuksesan Pringgondani tidak saja keindahan alamnya, tetapi juga sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha.
Keberhasilan Pringgondani juga ditopang oleh lima indikator utama dalam penilaian ADWI, daya tarik wisata, digitalisasi, kelembagaan, fasilitas umum termasuk toilet dan keberlanjutan lingkungan. Semua indikator ini telah terpenuhi, bahkan terus ditingkatkan.
Pringgondani pun menjadi magnet baru bagi wisatawan setiap akhir pekan. Disporapar menggandeng PKK Kota Balikpapan dan hotel untuk berkolaborasi mempromosikan produk dan layanan di area wisata.
“Setiap Sabtu-Minggu, pengunjung ramai. Ini momentum bagi hotel atau UMKM untuk promosi langsung. Kami juga mendorong konektivitas transportasi agar aksesnya makin mudah,” ungkap Ratih.
November nanti, tim dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dijadwalkan datang untuk melakukan survei lapangan. (*)



