
KOTAKU, BALIKPAPAN-Video pernyataan Calon Presiden nomor urut 1 Anies Baswedan yang beredar terkait kritik pembangunan infrastruktur menuai sorotan.
Dalam video yang diiunggah akun Instagram Doyan_Politik, Anies menyebut bahwa pembangunan infrastruktur seharusnya memberikan rasa keadilan.
Capres yang diusung Koalisi Perubahan itu mencontohkan infrastruktur jalan tol. Menurut dia, tanah rakyat yang terlewati jalan tol hanya menjadikan rakyat sebagai penonton mobil mewah yang melintas tanpa bisa menikmati uang hasil dari pungutan jalan tol tersebut.
Seharusnya kata Anies dalam video tersebut, rakyat yang mempunyai tanah yang dilewati jalan tol tersebut bisa menikmati hasil keuntungan pungutan dari jalan tol.
Terkait itu, anggota Dewan Pakar Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono angkat bicara.
“Anies Baswedan gagal paham soal jalan tol. Ini bisa membahayakan jika jadi seorang presiden atau pemimpin.
Anies seharusnya paham manfaat jalan tol yang sangat besar bagi masyarakat dan wilayah yang dilewati jalan tol,” ujar BHS sapaan akrabnya melalui siaran pers yang disampaikan kepada kotaku.co.id, Sabtu (2/3/2204).
Lanjut Caleg DPR RI dari Dapil Jawa Timur (Jatim) I dengan suara tertinggi ini, jalan tol memiliki manfaat banyak bagi masyarakat sekitar.
“Jalan tol bisa menguatkan ekonomi wilayah yang dilewatinya. Yang tadinya tidak ramai, dengan adanya infrastruktur tersebut akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut, bahkan akan muncul ekonomi baru berupa industri yang dibangun sekitar akses keluar jalan tol tersebut,” jelas BHS.
Sambung dia, dari industri sampai usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) akan tumbuh pesat di sekitar akses keluar jalan.
“Pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan bisa mendapatkan akses infrastruktur jalan yang lebih cepat untuk menuju user atau konsumen yang ada wilayah lainnya, sehingga akan terjadi pertumbuhan ekonomi yang pesat.” tambah dia.
Anggota Komisi V DPR RI periode 2014-2019 ini juga menyebut bahwa harga lahan yang dilewati jalan tol akan mempunyai nilai jual yang meningkat jauh lebih tinggi dari sebelumnya.
“Jalan tol ini juga bisa memperkecil kemacetan yang ada di jalan reguler dan tentu akan mengurangi jumlah kecelakaan. Juga masyarakat yang menggunakan jalan tol akan lebih merasa nyaman dan aman.
Dan yang lebih hebat lagi, kerusakan dari jalan reguleri bisa dikurangi karena adanya pemindahan kendaraan yang biasa lewat di jalan yang dibangun dengan anggaran APBD dan APBN, beralih ke jalan tol yang menggunakan partisipasi pengguna,” ulasnya kemudian.
Manfaat jalan tol lainnya, lanjut BHS juga untuk mengurangi kecelakaan kendaraan sejenis dengan yang tidak sejenis.
Misalnya, perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan raya sering terjadi kecelakaan di jalur reguler, tetapi tidak akan terjadi di jalan tol.
“Jadi manfaat jalan tol banyak sekali, manfaat ekonomi secara makro dan mikro, sedangkan pemikiran mas Anies hanya ruang lingkup yang sempit sekali, dia juga tidak faham bahwa pembebasan lahan untuk jalan tol sudah diganti dengan nilai per meter perseginya jauh lebih besar tiga kali lipat dari nilai NJOP bahkan lebih karena kebanyakan tanah tersebut belum bersertifikat.
Seperti jalur Bawen – Jogja, harga tanah normal Rp300 ribu dibeli (untuk) jalan tol dengan harga Rp1 juta-Rp1,5 juta per meter persegi,” pungkasnya. (*)



