Metro

Potensi Konflik Pemilu di Kaltim Diklaim Rendah, Pendistribusian Logistik Fokus Utama

Kapolda Kaltim saat menggelar jumpa pers seusai kegiatan. (Januar/kotaku)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Potensi konflik saat Pemilu di Kaltim diklaim rendah.

Hal itu berdasarkan analisa kerawanan Pemilu 2024 yang dilakukan Bawaslu dan Polri menggunakan empat dimensi dan lima dimensi.

Meski begitu, Polda Kaltim tetap melakukan antisipasi. Salah satunya dengan menggelar pelatihan pengamanan alias Tactical Floor Game (TFG).

Kegiatan digelar di gedung Plenary Convention Hall Samarinda, Rabu (6/9/2023).

“TGF menggambarkan situasi jika terjadi gangguan Kamtibmas.

Di Kaltim tingkat kerawanannya rendah. Mudah-mudahan tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” kata Kapolda Kaltim Irjen Pol Imam Sugianto.

Sebaliknya, tahapan pendistribusian logistik Pemilu yang menjadi perhatian utamanya.

Pasalnya, tak sedikit daerah di Kaltim yang memiliki medan yang sulit diakses.

“Sehingga bisa saja mendapat hambatan yang mengakibatkan keterlambatan dalam pendistribusiannya,” paparnya.

Dia menyebutkan, ada dua macam logistik dalam Pemilu. Masing-masing logistik utama, seperti surat suara dan formulir penghitungan.

“Serta rekapitulasi, sebagai sarana mengadministrasikan proses pemilu. Kedua, logistik pendukung, seperti bilik, tinta, dan alat coblos,” paparnya.

Terkait itu, Polda Kaltim mendorong Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggunakan armada kapal maupun helikopter yang dapat menjangkau daerah yang jauh.

Lebih dari itu, dia memastikan, menyiapkan 10 ribu anggota polisi untuk mendukung pelaksanaan Pemilu 2024 berjalan lancar.

“Kami juga akam dibantu TNI dan stakeholder. Saya yakin cukup kuat kalau berkolaborasi dalam rangka menjaga keamanan dan kelancaran penyelenggaraan Pemilu 2024,” pungkasnya. (*)

To Top

You cannot copy content of this page