
KOTAKU, BALIKPAPAN-Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud menyampaikan pekerjaan proyek penanggulangan banjir Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal rampung dikerjakan.
Dengan demikian, proyek yang dikerjakan kontraktor PT Fahreza Duta Perkasa telah mencapai 100 persen pekerjaan, dengan masa waktu tambahan 50 hari kerja, sampai Senin (19/2/2024).
“Laporan sudah selesai. Informasi dari Dinas PU (Pekerjaan Umum, Red) sudah 100 persen. Mungkin tinggal finishing.
Ya namanya pekerjaan itu tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan. Tapi kami lihat hasil akhirnya,” ujar Rahmad Mas’ud ditemui awak media, saat membesuk salah seorang Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), di Perumahan Regency Balikpapan, Selasa (20/2/2024).
Dijelaskan, selama ini Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui PU telah memberi perpanjangan waktu. Sementara kontraktor telah bekerja dan terus meningkatkan progres pekerjaannya.
“Kecuali itu mangkrak. Sekarang, Alhamdulillah sudah bisa dilewati dua jalur. Adapun sisa-sisa sedikit, mungkin ada terkendala dengan alat.
Jadi saya perintahkan tolong diawasi dengan baik sesuai peraturan yang berlaku. Kontraktornya pun kami minta komitmennya karena proyek ini juga diawasi masyarakat,” urainya.
Sebelumnya, Rahmad mengaku telah menyampaikan kepada pihak kontraktor agar bekerja dengan baik dan maksimal.
Jika tidak berhasil dalam penanganan pekerjaan itu, maka reputasi perusahaan dipertaruhkan.
“Itu yang selalu kami sampaikan. InsyaAllah, niat baik itu pasti hasilnya akan baik walau belum tentu baik di mata masyarakat. Tapi nanti akan dirasakan kebaikan dari proyek itu,” ucapnya.

Menurut Rahmad, pekerjaan proyek DAS Ampal mengalami sejumlah kendala. Khususnya terkait iklim dan curah hujan yang cukup tinggi, saat akhir tahun 2023.
“Lihat intensitas hujan beberapa bulan lalu cukup tinggi, yang lalu-lalu sebelum ada perbaikan DAS Ampal ini, jangankan motor, mobil saja tidak bisa lewat.
Nah sekarang ini bisa lewat, walaupun ada genangan sejengkal tapi cepat surut. Berarti ada dampaknya.
Rahmad juga menyoroti pekerjaan peningkatan jalan tanjakan Global Sport.
Dulunya, masyarakat tidak bisa lewat karena jalanan tergenang saat hujan.
“Sekarang bisa rasakan (manfaatnya). Tapi itulah risiko yang kami hadapi. Namanya untuk menuju kebaikan perlu perjuangan. Namanya perjuangan pasti ada pengorbanan,” katanya.
Rahmad melanjutkan, pengorbanan yang dimaksud ialah adanya warga yang merasakan dampak selama proses pembangunan.
Karena pekerjaan ini merupakan proses perbaikan infrastruktur dan meningkatkan fungsi infrastruktur yang sudah ada.
“Bedakan antara membangun dengan memperbaiki. Namanya memperbaiki itu pasti ada yang diganggu sedikit. Kalau kami mulai dari nol, tidak ada yang terganggu.
Nah, ini yang harus kami hadapi. Tapi InsyaAllah, hasilnya nanti masyarakat akan merasakan semua,” tukasnya.
Rahmad Mas’ud melanjutkan, atas nama Wali Kota dan Pemkot Balikpapan, meminta maaf kepada masyarakat yang merasa terdampak selama kegiatan pembenahan kota dilaksanakan.
“Yang kami lakukan tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menjaga dan membangun kota kita ini di tengah pembangunan IKN (Ibu Kota Negara, Red), orang berduyun-duyun ke Balikpapan.
Jadi mau tidak mau, siap atau tidak siap, kami harus mempersiapkan infrastruktur, sarana prasarana, fasilitas dan paling penting adalah keamanan dan kebersihan kota, harus dijamin dulu,” terangnya.
Menurutnya, pemerintah pusat telah memberikan pengakuan kepada Kota Balikpapan, sebagai kota nyaman dan bersih di Indonesia. Sehingga perlu terus dijaga melalui proses pembangunan.
“Pembangunan ini harus dilakukan karena kalau sudah orang banyak dan tinggal di Balikpapan, susah nanti untuk mengaturnya.
Kalau penduduk seperti ini, datang 18 ribu pegawai kementerian, saya yakin mereka akan tinggal di Balikpapan dan tambah crowded (penuh sesak, Red), tambah macet,” ulasnya.
Dengan terbukanya dua jalur di Jalan MT Haryono, Rahmad melanjutkan, maka memudahkan arus lalu lintas, khususnya kendaraan roda empat.
Bahkan dalam waktu dekat, Rahmad berencana menginstruksikan Dinas PU melalui kecamatan dan kelurahan untuk mendata warga atau pelaku UMKM yang terkena dampak pembangunan proyek DAS Ampal.
“Kami pedulilah, minimal ada uang kerohiman, apalagi mau masuk bulan puasa. Untuk mereka pelaku usaha yang terkena dampak. Ini tanggung jawab kami. Kami tidak ingin mengorbankan masyarakat apalagi pelaku usaha.
Kami minta perhatian dan dukungan masyarakat. Yakinlah apa yang kami lakukan adalah semata-mata untuk kebaikan Balikpapan. Saya yakin pelaku UMKM punya karyawan, tapi ini harus dilakukan (pembangunan, Red),” katanya.
Ia meyakini, perekonomian sepanjang MT Haryono akan semakin meningkat dan semakin ramai, karena jalan sudah bagus, lebar dan bersih. (*)



