
KOTAKU, BALIKPAPAN-Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Balikpapan Rita, merilis kinerja pembangunan infrastruktur di Kota Beriman, selama tahun 2023, di Ruang Rapat Balai Kota Balikpapan, Selasa (2/1/2024).
Dalam kesempatan itu hadir para pejabat setingkat Kepala Bidang (Kabid) di lingkungan PU Kota Balikpapan. Antara lain, Kabid Sumber Daya Air (SDA) Jen Supriyanto, Kabid Jalan dan Jembatan (JJ) Rachmatullah.
“Untuk program pembangunan infrastruktur selama 2023, Alhamdulillah mencapai 98 persen.
Memang proyek paling besar yang tertunda adalah penanggulangan banjir Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal,” ujar Rita, ditemui di Balai Kota Balikpapan.
Ia menjelaskan, Proyek DAS Ampal dikerjakan kontraktor PT Fahreza Duta Perkasa telah berakhir 31 Desember 2023.
Dikerjakan melalui skema penganggaran tahun jamak senilai Rp136 miliar, dimulai sejak kontrak diteken dan dikerjakan, 1 Agustus 2022.
Kini, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memutuskan memberi perpanjangan waktu 50 hari kerja, agar kontraktor dapat menyelesaikan proyek tersebut, dengan aturan berupa pengenaan denda.
“Kalau mengikuti aturan, memang kontraktor dapat diberikan perpanjangan waktu hingga dua kali. Untuk dendanya, satu per seribu dikali nilai kontrak, sisa kontrak dikurangi PPN (Pajak Pertambahan Nilai, Red),” ulasnya.
Denda itu berlaku dan dibayarkan setiap hari, sejak 1 Januari 2024 sampai 19 Februari 2024.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut Jen Supriyanto menambahkan, sampai 31 Desember 2023, progres DAS Ampal sudah 80,68 persen.
Dia menjelaskan, Pemkot Balikpapan menilai kontraktor masih layak untuk mengerjakan proyek tersebut dan berharap kontraktor dapat menyelesaikan pekerjaan yang telah disepakati.
Terutama perbaikan drainase sepanjang Jalan MT Haryono, persis di depan kantor Telkom dan seberangnya, yang merupakan lahan milik Inhutani.
“Kontraktor tentu sudah setuju (menyelesaikan),” pungkasnya.
Selain itu, PU juga membahas program lainnya yang berjalan selama tahun 2023.
Seperti program bantuan pembangunan Mako Polresta Balikpapan melalui hibah, yang sudah selesai 100 persen.
Kemudian program peningkatan drainase di kawasan Jalan Wiluyo Puspoyodo, saat ini masih dikerjakan. Lantaran selama tahun 2023 terhambat proses rekomendasi dari instansi terkait, yakni Polresta Balikpapan. (*)



