
KOTAKU, BALIKPAPAN-Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Mekar Sari, Kecamatan Balikpapan Tengah, kembali mengingatkan masyarakat Balikpapan tidak takut atau malu memeriksakan diri terkait HIV-AIDS.
Tenaga Medis Puskesmas Mekar Sari dr Siti Fatimah, menjelaskan bahwa seluruh tenaga kesehatan terikat sumpah profesi untuk menjaga kerahasiaan pasien, sehingga layanan pemeriksaan dapat diakses dengan aman dan nyaman.
“Tidak usah takut atau malu. Tenaga kesehatan sudah disumpah dan semua rahasia penyakit akan kami jaga.
Jika butuh konseling, ada ruang khusus di setiap puskesmas. Pemeriksaan gratis, obat gratis, dan semuanya mudah dijangkau,” ujar dr Siti saat bertugas dalam kegiatan skrining HIV-AIDS gratis yang digelar Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan di Lapangan Merdeka, Minggu (30/11/2025).
Dia menjelaskan bahwa sistem pendampingan bagi pasien HIV di Balikpapan sudah berjalan lengkap.
Mulai dari petugas kesehatan, pendamping lapangan, hingga pendukung sebaya, semuanya siap membantu pasien secara menyeluruh agar mendapatkan perawatan terbaik dan berkelanjutan.
“Sangat disayangkan yang positif tetapi tidak mau berobat. Obat tersedia, petugas ada, semua mendukung. Yang penting adalah kemauan untuk berobat,” tegasnya.
dr Siti juga mengingatkan bahwa pemeriksaan HIV bukan hanya untuk orang yang merasa memiliki perilaku berisiko, tetapi juga penting bagi semua orang, termasuk pasangan suami istri.
Menurutnya, seseorang bisa merasa aman, namun belum tentu mengetahui aktivitas berisiko dari pasangannya.
Penularan HIV dapat terjadi melalui hubungan seksual berisiko, penggunaan jarum suntik bersama, transfusi darah yang tidak aman, hingga penularan dari ibu hamil positif kepada bayinya. Karena itu, dia mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan Skrining sebagai langkah proteksi diri.
Sementara itu, Kepala DKK Balikpapan drg Alwiati, juga mengingatkan pentingnya deteksi dini HIV.
“Mungkin saja terpapar tanpa sadar. Karena itu, pencegahan terbaik adalah Skrining sejak awal,” ujarnya. (*)



