
KOTAKU, BALIKPAPAN-Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Mekar Sari, Kecamatan Balikpapan Tengah mendorong keterlibatan lebih besar dari pihak sekolah dan orang tua melalui pembentukan forum bersama untuk mengoptimalkan program kesehatan anak.
Harapan ini disampaikan Kepala Puskesmas Mekar Sari drg Lily Anggraini, dalam Lokakarya Triwulan IV yang berlangsung di ruang pertemuan puskesmas, Rabu (3/12/2025).
“Kami berharap ada forum besar yang terdiri dari puskesmas, komite, dan pihak sekolah di setiap sekolah. Dengan begitu, sosialisasi program kesehatan lebih mudah dilakukan dan ada tindak lanjut yang jelas,” ujarnya.
Program yang dimaksud di antaranya Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
Yakni pemberian imunisasi lanjutan bagi murid jenjang sekolah dasar untuk melindungi dari penyakit menular seperti campak, rubella, difteri, tetanus, hingga kanker serviks.
Menurut drg Lily, koordinasi yang baik dengan sekolah dan orang tua diperlukan.
Dia mencontohkan situasi yang kerap terjadi. “Orang tua telah melakukan imunisasi di dokter pribadi, lalu melaporkan ke guru. Namun karena kesibukan guru, informasi tersebut tidak tersampaikan kepada petugas, sehingga anak berisiko mendapat imunisasi ulang.
Kejadian seperti itu bisa dihindari kalau ada forum formal yang mewadahi koordinasi. Ini penting karena imunisasi berkaitan dengan tindakan medis,” jelasnya.
Meski begitu, dia menegaskan bahwa setiap pelaksanaan BIAS tetap diawali dengan pembagian lembar persetujuan kepada orang tua.
Sejauh ini, tidak ditemukan penolakan imunisasi. Hanya saja beberapa anak memang sudah terlebih dahulu mendapat imunisasi dari dokter anak, termasuk dari orang tua yang berprofesi sebagai dokter.
“Dengan adanya forum besar, semua proses menjadi lebih mudah, jelas, dan terpantau,” tambahnya.
Tak hanya soal imunisasi, drg Lily menegaskan bahwa upaya menekan angka kesakitan membutuhkan partisipasi aktif seluruh warga.
Kesadaran individu, dukungan kelurahan, tokoh masyarakat, hingga pihak sekolah menjadi unsur penting dalam keberhasilan program kesehatan.
“Kesehatan bukan hanya urusan puskesmas. Semua pihak harus terlibat,” pungkasnya. (*)



