Metro Advertorial

Puskesmas Mekar Sari Intensifkan Edukasi HIV-AIDS, Warga Balikpapan Diimbau Skrining Setiap 3 Bulan

KOTAKU, BALIKPAPAN-Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Mekar Sari, Kecamatan Balikpapan Tengah, tidak hanya membuka layanan pemeriksaan HIV-AIDS gratis di kawasan Lapangan Merdeka, tepat di depan SD KPS, Minggu (30/11/2025).

Dalam kegiatan tersebut, tim medis juga memberikan edukasi komprehensif terkait pencegahan, faktor risiko, serta pentingnya deteksi dini HIV-AIDS kepada setiap peserta Skrining.

Tenaga Medis Puskesmas Mekar Sari dr Siti Fatimah, menjelaskan bahwa seluruh peserta yang diperiksa langsung mendapatkan penjelasan mengenai hasil pemeriksaan, termasuk pemeriksaan tambahan Infeksi Menular Seksual (IMS) seperti sifilis.

“Semua hasil Alhamdulillah non-reaktif. Tetapi bagi warga yang merasa pernah melakukan perilaku berisiko seperti hubungan seksual sebelum menikah atau berganti-ganti pasangan, tetap kami sarankan untuk cek ulang setiap tiga bulan,” jelas dr Siti.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa hasil non-reaktif bukan berarti seseorang sepenuhnya bebas dari HIV.

Hal ini karena adanya fase jendela, yaitu masa ketika virus belum terdeteksi meski telah masuk dalam tubuh. Karena itu, pemeriksaan perlu diulang setiap 3 sampai 6 bulan untuk memastikan hasil yang benar-benar akurat.

Menurutnya, Skrining berkala dianjurkan karena layanan yang diberikan bersifat gratis, cepat, dan membantu tenaga kesehatan melakukan pendataan serta tindak lanjut lebih dini.

Jika dalam pemeriksaan berikutnya ditemukan perubahan hasil, tindakan medis dapat segera dilakukan.

Namun jika hasil tetap negatif dan warga tidak lagi memiliki perilaku berisiko, skrining berkala tidak lagi diperlukan.

“Setiap kali memberikan hasil, kami tidak hanya menyerahkan kertas hasilnya. Kami jelaskan apa yang diperiksa, apa tujuannya, faktor risikonya, dan kapan harus cek ulang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK)Balikpapan Alwiati yang menginisiasi kegiatan, mengatakan bahwa edukasi ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mencapai target 3-0 HIV-AIDS.

Meliputi Zero New Infection alias tidak ada infeksi baru, Zero AIDS-Related Death alias idak ada kematian terkait AIDS, dan Zero Stigma and Discrimination alias tidak ada stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

“Jika ada warga yang hidup dengan HIV-AIDS, mereka tetap warga Balikpapan. Mereka harus didampingi, bukan distigma. Pengobatan hanya efektif jika masyarakat tidak memberikan diskriminasi,” tegasnya.

Alwiati juga mendorong masyarakat agar tidak ragu melakukan pemeriksaan, mengingat deteksi dini merupakan langkah awal pencegahan.

“Kami tidak pernah tahu risiko apa yang mungkin terjadi dalam aktivitas sehari-hari. Karena itu, Skrining penting untuk mengetahui kondisi diri sendiri,” tutupnya.

Dengan intensifikasi edukasi ini, Puskesmas Mekar Sari berharap masyarakat semakin memahami pentingnya Skrining rutin sebagai langkah melindungi diri dan orang lain dari penularan HIV-AIDS. (*)

To Top

You cannot copy content of this page