Metro Advertorial

Puskesmas Mekar Sari Permudah Akses Warga Tes HIV, Modal NIK

sejumlah warga memanfaatkan layanan test HIV yang digelar secara gratis (foto:kotaku.co.id/chandra)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Pemeriksaan HIV-AIDS secara gratis yang digelar Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan di kawasan Lapangan Merdeka, Minggu (30/11/2025) mendapat respons positif dari masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Mekar Sari, Kecamatan Balikpapan Tengah terlibat langsung untuk memberikan pelayanan skrining yang mudah, cepat, dan tanpa syarat rumit.

Tenaga Medis Puskesmas Mekar Sari dr Siti Fatimah, menjelaskan bahwa warga cukup menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk mengikuti pemeriksaan.

Tidak membawa KTP pun tidak menjadi masalah selama peserta hafal NIK masing-masing.

“Yang penting ada NIK. Kalau tidak membawa KTP, asalkan hafal NIK sudah bisa. Cukup mencantumkan nama lengkap dan nomor HP untuk pendaftaran,” jelas dr Siti.

Dia menjelaskan, sebelum pengambilan sampel darah, peserta menjalani asesmen singkat mengenai riwayat kesehatan dan faktor risiko.

Setelah itu dilakukan dua pemeriksaan sekaligus, yaitu tes HIV dan tes Infeksi Menular Seksual (IMS) atau sifilis.

Sampel darah diambil melalui ujung jari, kemudian diperiksa menggunakan stik khusus. Prosesnya cepat, dan hasil dapat diketahui hanya dalam 2–3 menit, mirip dengan cara kerja Test PackPack yakni alat uji kehamilan.

Sepanjang kegiatan berlangsung hingga siang hari, seluruh peserta yang diperiksa menunjukkan hasil nonreaktif. Merupakan hasil yang disyukuri oleh tenaga kesehatan di lapangan.

Data Officer GF AIDS DKK Balikpapan Angger Pangesti, mengatakan bahwa layanan ini terbuka untuk semua warga tanpa batasan domisili.

“Syaratnya hanya KTP untuk identitas. Kalau KTP-nya bukan Balikpapan juga tetap boleh ikut. Pemeriksaan ini memang untuk umum,” ujarnya.

Salah seorang peserta, Annisa, warga Graha Indah, Balikpapan Utara mengaku merasa terbantu dengan pelayanan yang sederhana dan tidak menimbulkan rasa sungkan.

“Kegiatan ini sangat efektif. Kadang kalau mau cek HIV ke rumah sakit itu ada rasa malu. Dengan program seperti ini, masyarakat jadi lebih sadar dan tidak takut lagi memeriksakan kesehatannya,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Puskesmas Mekar Sari berharap semakin banyak warga yang mau melakukan deteksi dini, sebagai langkah penting mencegah penularan dan menjaga kesehatan masyarakat secara keseluruhan. (*)

To Top

You cannot copy content of this page