
KOTAKU, BALIKPAPAN-Unit Pelaksana Teknis Daerah Pusat Kesehatan Masyarakat (UPTD Puskesmas) Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara, memperketat pengawasan terhadap kualitas air rumah tangga.
Sebagai upaya memastikan kualitas air warga, tim sanitarian puskesmas melakukan survei lapangan.
Tenaga Sanitasi Puskesmas Muara Rapak Novia Eka Pertiwi, menjelaskan bahwa surveilans fokus pemeriksaan kualitas air konsumsi dan air bersih yang digunakan masyarakat sehari-hari.
Petugas melakukan kunjungan langsung ke rumah warga untuk melakukan observasi kondisi sanitasi, wawancara mengenai pola penggunaan air, dan pengambilan sampel.
“Kami turun ke lapangan mendatangi 15 rumah warga yang dipilih secara acak untuk mengambil sampel air bersih dan air minum,” jelasnya, Jumat (28/11/2025).
Parameter pengujian sampel-sampel tersebut meliputi kondisi fisik seperti bau, warna, dan rasa, serta kandungan kimia dan mikrobiologi.
Proses pengujian menggunakan sanitarian kit dari laboratorium kesehatan untuk memastikan keakuratan.
Pengujian tersebut mengidentifikasi risiko pencemaran serta potensi kontaminasi lingkungan yang dapat memengaruhi kelayakan air yang dikonsumsi masyarakat.
Hasilnya nanti juga menjadi bahan edukasi kepada warga mengenai pengelolaan air rumah tangga yang baik. Mulai dari cara penyimpanan, pengolahan, dan pencegahan kontaminasi dari lingkungan sekitar.
Program ini menjadi langkah preventif untuk menekan risiko penyakit dari penggunaan air sehari-hari. Serta memetekan potensi pencemaran lingkungan yang berpengaruh pada kualitas air warga.
“Program pengawasan ini untuk memastikan keamanan air minum di tingkat rumah tangga,” ujarnya.
Novia menekankan bahwa kualitas air rumah tangga merupakan aspek mendasar dalam kesehatan masyarakat.
Penggunaan air yang tidak memenuhi syarat dapat meningkatkan risiko diare, penyakit kulit, hingga gangguan kesehatan jangka panjang akibat paparan kandungan kimia tertentu.
“Penggunaan air bersih untuk kegiatan sehari-hari mempengaruhi kualitas kesehatan keluarga. Apalagi untuk pemenuhan konsumsi yang bisa meningkatkan risiko kesehatan bila pengolahannya tidak baik,” pesannya. (*)



