
KOTAKU, BALIKPAPAN-Unit Pelaksana Teknis Daerah Pusat Kesehatan Masyarakat (UPTD Puskesmas) Muara Rapak mengakui efektivitas vaksinasi demam berdarah untuk anak sekolah dasar. Alasannya, program tersebut terbukti menekan kasus secara signifikan.
Pelaksana program pengendalian Demam Berdarah di wilayah kerja Puskesmas Muara Rapak Novia Eka Pertiwi, menyebut anak rentang usia 7-12 tahun tergolong rentan terpapar demam berdarah.
Tenaga Sanitasi Lingkungan Puskesmas itu melanjutkan, Kelurahan Muara Rapak pernah menjadi salah satu konsentrasi pelaksanaan program vaksinasi DBD di Balikpapan Utara, tahun 2023.
Saat itu, vaksinasi menyasar anak sekolah dasar. Tahun berikutnya, pasien anak menurun drastis.
“Menurun sampai 70 persen tahun selanjutnya,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).
Namun demikian, memasuki tahun 2025 hingga kini, program serupa di Kelurahan Muara Rapak belum lagi terlaksana.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran, karena kelompok rentan terus bertambah. Dia berharap vaksinasi kembali berjalan untuk meningkatkan kekebalan anak yang baru menginjak usia sekolah dasar.
“Kami harap vaksinasi berlanjut karena efektif menekan DBD,” kata Novia.
Perlindungan melalui vaksinasi kepada anak-anak yang baru memasuki jenjang sekolah dasar, kini juga menjadi penting.
Pergantian tahun ajaran tentu membawa anak didik baru yang belum memiliki sistem antibodi terhadap virus dengue.
Kondisi ini tentunya kembali membuka celah paparan di lingkungan sekolah. Karena itu, program vaksinasi, menurutnya, perlu agar berlanjut.
Di lain hal, tingginya risiko penularan demam berdarah di lingkungan sekolah perlu mendapat perhatian.
Upaya pencegahan, tidak serta merta bergantung hanya dengan menjaga kebersihan lingkungan. Vaksinasi juga dapat melengkapi program yang sudah berjalan.
Novia menilai, kombinasi dari kedua langkah tersebut akan memperkuat sistem pencegahan dini demam berdarah kalangan anak usia sekolah.
“Kami harapkan program ini bisa berlanjut untuk melengkapi upaya pencegahan yang sedang berjalan,” tutupnya. (*)



