Metro

Puskesmas Telaga Sari Bahagia, Kasus Stunting Berkurang

KOTAKU, BALIKPAPAN-Dalam rangka pencegahan dan penurunan prevalensi kasus stunting, berbagai upaya dan langkah strategis terus dilakukan oleh Puskesmas Telaga Sari kawasan Kecamatan Balikpapan Kota.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Puskesmas Telaga Sari dr Rusna Azizah Aziz ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (6/11/2023).

Menurutnya, agar upaya tersebut dapat mencapai hasil yang maksimal, maka dibutuhkan dukungan dan bantuan dari semua pihak.

“Karena, penurunan stunting ini juga menjadi tanggung jawab bersama, baik dari masyarakat maupun stakeholder terkait, untuk bahu membahu melakukan pencegahan stunting,” terangnya.

Dia menyebutkan, bahwa periode Maret hingga Juli tahun 2023 kasus stunting di Kelurahan Telaga Sari mengalami fluktuasi. Namun memasuki periode Agustus hingga September 2023, jumlah kasus mengalami penurunan.

Dengan rincian, sebanyak 16 kasus periode Agustus, kini sudah menyusut menjadi 12 kasus.

“Alhamdulillah, ini merupakan hasil jerih payah dan kerja sama semua pihak.

Kami juga akan terus berupaya agar kasus stunting dapat terus berkurang di Telaga Sari,” harap wanita yang akrab disapa Azizah ini.

Secara akurasi dia menjelaskan, saat ini pihaknya juga tengah menjalankan berbagai program sebagai upaya menurunkan jumlah kasus stunting di wilayahnya.

Salah satunya pemberian Tablet Tambah Dariah (TTD) kepada remaja putri di sekolah.

“Upaya pemberian tablet tambah darah untuk remaja putri ini dilakukan setiap pekan satu tablet. Hal ini untuk meminimalisasi perempuan usia muda mengalami anemia,” tuturnya.

Menurutnya, jika seorang remaja putri menderita anemia dan kemudian hamil maka akan berpotensi melahirkan bayi dengan tubuh pendek (stunting).

“Hal ini disebakan karena kurangnya pasokan oksigen dan makanan untuk janin selama masa kehamilan,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, dalam hal percepatan penurunan stunting, salah satunya perlu didukung oleh imunisasi dasar. Karena imunisasi cukup berpengaruh untuk pencegahan terjadinya stunting.

“Karena yang mempengaruhi terjadinya stunting adalah status Imunisasi, pola asuh, pemberian ASI eksklusif serta higiene sanitasi dalam sebuah keluarga,” pungkasnya (*)

To Top

You cannot copy content of this page