
KOTAKU, BALIKPAPAN-Tampil impresif dala. delapan nomor pertandingan KU II, atlet renang muda asal Kota Balikpapan Farand G Simon berhasil mengharumkan Balikpapan dalam ajang Kejuaraan Provinsi Renang yang berlangsung di Kutai Kartanegara, 11-12 Juni lalu.
Putra pasangan Simon Sulaen dan Yohana Mangape ini sukses menyabet seluruh medali emas yakni gaya bebas 50 m, 100 m, 200 m, 400 m, 1500 m dan gaya kupu-kupu 50 m, 100 m, dan 200 m. “Puji syukur, semua ini karena pertolongan Tuhan,” ungkap Farand, Rabu (15/6/2022).
Dikatakannya, hasil ciamik dalam kejurprov tersebut merupakan modal apik baginya untuk berlaga dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) di Kabupaten Paser. Tak hanya itu, rasa optimis juga dia emban untuk masuk kontingen Balikpapan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Kaltim di Berau, akhir tahun ini.
“Yang pasti saya akan tetap latihan untuk persiapan Popda. Selain itu saya juga berharap bisa mewakili Balikpapan pada Porprov nanti,” ujarnya.
Kejurprov Renang tersebut berlangsung di Kolam Renang Putri Junjung Buyah, Tenggarong. Posisi kedua dipegang Samarinda yang mengantongi 19 emas, disusul tuan rumah Kukar yang mendulang 16 emas dalam posisi ketiga.
Sementara itu, Ketua Pengkot Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Balikpapan Ali Bausat mengaku puas dengan hasil yang ditorehkan perenang Balikpapan. Terlebih, nyaris semua kategori, Balikpapan tampil dominan. Tentunya capaian ini menjadi bukti pembinaan di Balikpapan berjalan maksimal khususnya masing-masing klub.
”Dari grup senior hingga grup V semua mendominasi. Total kami mengirimkan 145 atlet. Ini sekaligus menjadi bukti semua klub di Balikpapan bekerja dan bersungguh-sungguh menjalankan pembinaan. Saya sangat apresiasi itu,“ ungkapnya.
Hasil ini, kata Ali sekaligus menambah kepercayaan diri atlet menuju Porprov VII Kaltim di Berau. Untuk Porprov ada 46 nomor dipertandingkan. “Tentu kami optimistis bisa juara umum,“ tambahnya.
Kendati sukses mendominasi di Kaltim, sejatinya atlet Balikpapan butuh venue tetap untuk berlatih. ”Kami berharap venue bisa tersedia, sehingga atlet bisa nyaman latihan. Apalagi semua klub di Balikpapan sangat serius dalam pembinaan untuk menjadi atlet nasional,“ haraonya.
Kehadiran venue, sebut Ali untuk mengejar batas nasional. Minimal menyamai limit 20 besar elite nasional. Saat ini, atlet Balikpapan, hanya mampu masuk sampai 25 besar nasional saja.
”Keberadaan venue sangat berpengaruh untuk terus memperbaiki limit. Untuk menyiasati, atlet latihan ke pulau jawa,“ tutupnya. (*)



