Ekbis

Ramadan Saat Covid-19, Inflasi Balikpapan Mei 2020 hanya 0,31 Persen

Adapun komoditas penyulut inflasi meliputi bawang merah, daging ayam ras dan jagung manis. Kenaikan harga tersebut dipicu tingginya permintaan menjelang Lebaran. Kelompok komoditas lainnya yang juga menyumbang inflasi antara lain perawatan pribadi dan jasa lainnya. Dengan andil 0,05 persen yang dipicu naiknya harga emas perhiasan yang melanjutkan tren kenaikan dalam empat bulan terakhir. Kelompok Informasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan juga mengalami kenaikan dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,04 persen. Sumbernya kenaikan tarif telepon seluler. Akan tetapi, laju inflasi tertahan oleh kelompok pakaian dan alas kaki yang mengalami penurunan harga dengan andil -0,02 persen. Masing-masing turunnya harga pakaian dalam wanita dan pakaian anak.

“Ke depan, terdapat beberapa faktor yang diperkirakan masih memberi tekanan inflasi. Seperti gangguan produksi seiring cuaca yang belum kondusif di daerah pemasok, kenaikan tarif transportasi seiring dengan pemberlakuan kebijakan “new normal” yang mengurangi pembatasan pergerakan penduduk dan potensi berlanjutnya peningkatan harga emas dunia,” pukaunya.

Ia menegaskan, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan terus bersinergi dalam rangka menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga di tengah pandemi Covid-19. Serta memperkuat koordinasi kebijakan guna memastikan inflasi tetap rendah dan stabil dalam kisaran inflasi sebesar 3,0 plus minus 1 persen, tahun ini. (*)

Pages: 1 2

To Top

You cannot copy content of this page