Parlementaria

Raperda APBD Perubahan 2025, Fraksi Nasdem Dorong Pembangunan di Balikpapan Lebih Merata

KOTAKU, BALIKPAPAN-Fraksi Nasdem DPRD Kota Balikpapan menyampaikan pendapat terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.

Hal ini disampaikannya dalam rapat paripurna yang berlangsung di Gedung Parkir Klandasan, Balikpapan, Rabu (20/8/2025).

Juru Bicara Fraksi Nasdem dalam rapat tersebut yakni Puryadi menyampaikan dukungan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Balikpapan Timur yang telah diperjuangkan selama lebih dari 10 tahun.

“Kebutuhan rumah sakit di Balikpapan Timur sangat mendesak. Jarak ke rumah sakit lain cukup jauh, sehingga percepatan pembangunan ini penting bagi masyarakat,” ucapnya.

Fraksi Nasdem juga mengingatkan agar APBD Perubahan benar-benar menjawab kebutuhan rakyat.

Salah satunya agar pembangunan dapat dilakukan secara merata untuk enam kecamatan di Kota Balikpapan, sehingga tidak terjadi ketimpangan.

“Misalnya di Balikpapan Barat yang rencana pelebaran jalan belum ada realisasinya sampai saat ini,” kata Puryadi.

Selain itu, penanganan banjir diharapkan bisa lebih masif dilakukan menyasar seluruh kecamatan.

“Pembangunan jalan alternatif juga diharapkan bisa menjadi perhatian pemerintah untuk dapat mengurai kemacetan yang berkepanjangan,” ucapnya.

Fraksi Nasdem juga menyoroti kondisi Pasar Pandan Sari yang semakin kumuh. Hingga kini, belum ada tindakan signifikan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan untuk merenovasi atau mengelola pasar tersebut.

Sementara itu, pelabuhan speed boat milik pemerintah juga mendapat kritik karena kondisinya yang memprihatinkan, dengan fasilitas yang minim dan kurang terawat.

“Agar sekiranya bisa lebih memperhatikan untuk perbaikan fasilitas pelabuhan tersebut,” tuturnya.

Pembuangan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) saat malam hari menjadi keluhan utama warga.

Tumpukan sampah yang tidak sesuai aturan mengganggu pejalan kaki dan pengguna kendaraan, terutama di wilayah padat.

“Kami berharap pemerintah bisa lebih meningkatkan pengawasan dan edukasi masyarakat, serta menggalakkan gotong royong untuk pembersihan saluran air,” pungkasnya. (*)

To Top

You cannot copy content of this page