
Umi juga mengungkapkan alasan dipilihnya Rumah Dahor, karena masih banyak anak didiknya yang belum pernah menginjakkan kaki di Rumah Cagar Budaya Dahor.
Oleh karena itu, kesempatan ini dimanfaatkan untuk berkunjung ke rumah yang terletak di Kecamatan Balikpapan Barat itu.
Bukan itu saja, pemilihan tema tentang kearifan lokal ini berkaitan pula dengan HUT ke 126 Kota Balikpapan.
“Pemilihan tema sesuai dengan kearifan lokal juga dikaitkan dengan HUT Ke-126 Kota Balikpapan, dengan harapan akan lebih memberikan karakter bangga, cinta tanah air, mandiri, gotong royong dan bernalar kritis terhadap kearifan budaya yang ada di sekitarnya,” sambung Umi.
Kunjungan ke Rumah Cagar Budaya Dahor akan berlangsung hingga 27 Februari 2023, dilanjutkan dengan para siswa dari kelas lain secara bertahap.
Relawan Rumah Cagar Budaya Dahor Rudiansjah J.A. mengaku senang dan menyambut baik kunjungan para siswa.
“Kami merasa sangat senang dan menyambut baik kunjungan ke Rumah Cagar Budaya Dahor ini. Semoga semakin banyak siswa-siswi dan masyarakat umum yang peduli serta mengunjungi cagar budaya,” ujar Rudi.
Terpisah, Area Manager Comm, Rel & CSR PT KPI Unit Balikpapan Ely Chandra Peranginangin menyampaikan Rumah Cagar Budaya Dahor merupakan salah satu upaya Pertamina mengajak generasi muda untuk peduli dan mendapatkan pembelajaran dari kekayaan sejarah.
“Rumah Dahor tentunya tidak lepas dari sejarah Kota Balikpapan, dan sejarah Kota Balikpapan tidak terlepas dari sejarah Pertamina.
Melalui kunjungan ini, diharapkan para siswa mendapatkan pemahaman tentang sejarah Balikpapan, sehingga mereka semakin mencintai daerahnya dan memahami sejarah dari kota tempat mereka tinggal,” tutup Chandra.(*)



