
KOTAKU, BALIKPAPAN-Dalam rapat pimpinan yang berlangsung di auditorium Balai Kota Balikpapan, Senin (18/7/2022), Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan yang juga menjadi Juru bicara Satgas Covid-19 Kota Balikpapan dr Andi Sri Juliarty menyampaikan perkembangan kasus covid-19.
“Berdasarkan data yang dilansir Kemenkes RI, Balikpapan masuk risiko rendah. Hingga 16 Juli berada di level 2. Sementara infografis Provinsi Kaltim, Balikpapan zona merah,” tutur wanita yang kerap disapa dr Dio kepada awak media seusai kegiatan.
Meskipun kategori rendah namun angka penularan (R.o) di Kota Balikpapan rentan untuk kembali terjerumus dalam aturan pembatasan. Perlu diketahui bahwa Presiden RI menetapkan indikator suatu daerah boleh relaksasi kegiatan berdasarkan R.o.
“Jika di atas 1 maka perlu pembatasan, jika dibawah 1 maka boleh relaksasi. Saat ini R.o Balikpapan 0,93,” jelasnya.
Saat ini, sebut dia, kasus aktif Covid-19 di Kota Balikpapan sedikitnya ada 72 orang. Sembilan di antaranya dirawat di rumah sakit dengan gejala sedang dan 63 lainnya hanya menjalani isolasi mandiri. Adapun daerah tertinggi di Kota Balikpapan yakni Balikpapan Utara, kemudian disusul Balikpapan Tengah dan Balikpapan Barat.
“Tingkat kelurahan di Gunung Samarinda Baru, Gunung Samarinda serta Sepinggan dengan kelompok kasus terbanyak yakni dari perjalanan luar kota, kemudian pekerja migas dan tambang,” paparnya.
Pihaknya juga terus melakukan tracking (pelacakan) dan testing (pengujian). Pekan ini ada 4186 antigen dan 2796 untuk PCR yang disiapkan. “Untuk pekerja migas dan tambang mereka lakukan screening,” tutupnya. (*)



