Corak

Relawan SPPG Balikpapan Selatan Isi Libur Sekolah dengan Pelatihan dan Pengajian

KOTAKU, BALIKPAPAN-Masa libur sekolah, aktivitas di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Balikpapan Selatan, Damai Baru, tetap berjalan produktif.

Para relawan memanfaatkan waktu jeda distribusi dengan mengikuti berbagai pelatihan serta pengajian sebagai upaya peningkatan kapasitas dan penguatan kebersamaan sekaligus memaknai peringatan Hari Ibu.

Kegiatan digelar secara sederhana, Selasa (23/12/2025) . Selain pelatihan rutin, pengajian digelar sebagai sarana penguatan mental dan spiritual para relawan di tengah pelaksanaan program nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Ketua Yayasan Alkhalifiathariz Islamis School yang membawahi SPPG BBalikpapan Selatan Yuli Shinta Novianti, mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin dapur, khususnya saat libur sekolah.

Meski distribusi makanan libur, aktivitas relawan tetap dijaga agar dapur selalu siap saat program kembali berjalan.

“Ini sebenarnya pelatihan rutin. Karena momennya bertepatan dengan Hari Ibu, kami lengkapi dengan pengajian sebagai siraman rohani dan motivasi untuk relawan,” ujar Yuli.

Dia menjelaskan, dapur SPPG Balikpapan sebelumnya telah menyalurkan MBG untuk murid-murid SD Negeri 014 Balikpapan Selatan selama tiga hari.

Selanjutnya, distribusi untuk pelajar SMK Negeri 4 Balikpapan serta sekolah lainnya sesuai arahan koordinator wilayah dan kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN).

Disebutkan, selama libur sekolah, relawan dibekali berbagai pelatihan, mulai dari Standar Operasional Prosedur (SOP) dapur, SOP jasa boga, hingga penguatan disiplin kerja dan kebersamaan tim.

Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas layanan sekaligus kesiapan dapur saat skala distribusi ditingkatkan.

“Walaupun libur dan tidak ada distribusi, setiap hari kami tetap adakan pelatihan. Supaya relawan tetap aktif, produktif, dan semangat,” jelasnya.

Saat ini, jumlah relawan SPPG Balikpapan mencapai lebih dari 30 orang dari berbagai latar belakang, mulai dari ibu rumah tangga hingga masyarakat umum.

Jumlahnya ditargetkan meningkat menjadi 50 orang untuk melayani sekitar 2.500 penerima manfaat.

Yuli berharap dukungan pemerintah daerah terus menguat, terutama dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok agar pelaksanaan program MBG dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. (*)

To Top

You cannot copy content of this page