
KOTAKU, BALIKPAPAN-Rencana pembangunan SMP Negeri di kampung atas air Balikpapan Barat, batal. Rencana tersebut terhambat lantaran terhalang keterbatasan anggaran dan Refocusing.
“Memang informasi kemarin sempat untuk (membangun) SMP di kampung atas air,” ujar Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan Alwi Al Qadri ditemui, Rabu (16/6/2021).
Politisi Partai Golkar menyebutkan anggaran Rp50 miliar dialokasikan untuk proyek tersebut. “Karena defisit anggaran dan Refocusing. Setidaknya kemarin sudah disampaikan pada k6etua DPRD Balikpapan bahwa (proyek) tidak jadi. Kami akan bahas lagi tahun 2022 apalagi saat ini sudah ada wali kota baru,” ungkapnya.
Karena menurutnya, penambahan sekolah penting untuk diperhatikan, mengingat setiap tahun ajaran baru, para orangtua jungkir balik mendaftarkan anaknya di sekolah negeri karena jumlahnya terbatas. Kekurangan bangku sekolah di SMP Negeri ini tidak sebanding dengan lulusan SD. Seperti halnya lulusan MTS yang hanya menerima siswa sekitar 300 orang sedangkan yang mendaftar setiap tahun sekitar 1.000 orang. “Hanya sekitar 30 persen yang diterima, kemudian sisanya kemana,” urainya.
Sebenarnya, lanjut dia menerangkan, sekolah swasta tidak kalah baik, tetapi karena beban biaya menjadi perbandingan dari sekolah negeri. Walaupun sekolah swasta kualitasnya sama dengan negeri. “Hanya masalahnya yang orangtua pikirkan itu memang masalah pembayaran yang lebih besar daripada negeri,” paparnya.
Ia berharap tahun 2022 pembangunan sekolah yang tertunda ini bisa dianggarkan kembali. “Sesuai dengan kebutuhan dan anggaran, kami berharap setiap dapil (Daerah Pemilihan, Red) ada pembangunan sekolah,” tutupnya. (*)



