Metro Advertorial

Rencana Revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur Terhalang Status

Pasar Inpres Kebun Sayur andalan wisatawan yang berbelanja oleh-oleh (foto:kotaku.co.id/chandra)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Pemerintah Kota Balikpapan terus berupaya melakukan revitalisasi pasar secara bertahap, namun hingga kini, Pasar Inpres Kebun Sayur belum masuk dalam rencana perbaikan.

Kendala utama yang menghalangi proses tersebut adalah masalah kerja sama Build Operate Transfer (BOT) yang belum terselesaikan antara Pemkot Balikpapan dan PT Guser Mitra Sejahtera, yang seharusnya menjadi mitra dalam pembangunan.

Terkait itu, Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan Haemusri Umar, dalam sebuah kesempatan menjelaskan bahwa status BOT ini menjadi penghalang utama bagi perbaikan Pasar Inpres Kebun Sayur. Awalnya, terdapat kesepakatan antara Pemkot dan PT Guser untuk membangun Plaza Kebun Sayur (Bunsay) serta melakukan revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur dalam satu paket proyek. Namun, dalam perjalanannya, hanya Plaza Bunsay yang terealisasi, sementara Pasar Inpres tidak tersentuh perbaikan.

“Pada saat itu, ada kesepakatan pedagang untuk memberikan kontribusi sebesar Rp59 juta per petak di Plaza BunSay. Namun, di Pasar Inpres tidak ada kesepakatan semacam itu, sehingga proyek tersebut ditinggalkan oleh PT Guser,” ujar Haemusri.

Akibatnya, hingga kini Pasar Inpres Kebun Sayur yang menjadi andalan wisatawan untuk mencari cendera mata khas Kalimantan Timur (Kaltim) belum bisa diperbaiki. Padahal, pasar ini memiliki peran penting sebagai salah satu ikon Balikpapan yang kaya akan produk lokal berkualitas.

Dinas Perdagangan Balikpapan berencana melakukan kajian ulang terkait kerja sama dengan PT Guser, sebelum bisa menentukan langkah-langkah yang tepat untuk melanjutkan revitalisasi pasar.

“Kami perlu me-Review kembali perjanjian dengan PT Guser, dan kami juga akan berkoordinasi dengan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) terkait status aset pasar ini,” tambah Haemusri.

Selain itu, Dinas Perdagangan juga perlu melakukan Review terhadap Detail Engineering Design (DED) Pasar Inpres, terutama untuk memperbaiki area belakang pasar yang sebelumnya sempat dilanda kebakaran.

Namun, seluruh rencana tersebut tidak bisa dilanjutkan sebelum masalah BOT ini diselesaikan.

“Status BOT ini seharusnya masih berlaku, jadi kami harus menyelesaikan persoalan ini terlebih dahulu sebelum melangkah menuju perbaikan fisik,” tegas Haemusri.

Di tengah situasi ini, Pasar Inpres Kebun Sayur tetap memiliki status yang penting bagi Kota Balikpapan.

Tahun lalu, pasar ini resmi menjadi bagian dari kekayaan intelektual kota, dengan sertifikat penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Hukum dan HAM RI (Kemenkumham).

Penetapan tersebut menjadikan Pasar Kebun Sayur sebagai Landmark Balikpapan yang tidak boleh ditiru atau diduplikasi di daerah lain.

“Produk-produk yang dijual di Pasar Kebun Sayur terjamin keasliannya dan ini mendukung upaya menjaga kekayaan intelektual sesuai dengan arahan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham RI,” ungkap Haemusri.

Dengan statusnya sebagai pusat perdagangan yang ikonik dan terdaftar sebagai kekayaan intelektual, revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur menjadi agenda yang mendesak bagi Pemkot Balikpapan.

Meski tertunda, upaya untuk mencari solusi terbaik terus dilakukan demi mengembalikan kejayaan pasar ini dan memberikan fasilitas yang lebih baik bagi pedagang dan pengunjung.

Revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur diharapkan mampu mengembalikan fungsinya sebagai pusat perdagangan yang rapi, modern, dan tetap mempertahankan kearifan lokal, sehingga dapat terus menarik minat wisatawan lokal maupun internasional. (*)

To Top

You cannot copy content of this page