Parlementaria

Reses di Lokasi Kedua, Suriani: Keluhan Warga Masih Sama

KOTAKU, BALIKPAPAN-Demi menjawab keinginan masyarakat yang ingin menyampaikan usulan kepada wakil rakyat, anggota DPRD Balikpapan dari Fraksi Partai Golkar Suriani kembali menggelar reses. Setelah sebelumnya di Kelurahan Manggar Baru, Senin (20/6/2022) siang, kemudian malam harinya, reses dilanjutkan dengan menghimpun aspirasi warga Kelurahan Manggar, Balikpapan Timur.

Tampak antusias warga yang hadir dalam reses tersebut guna menyampaikan keluhan dan harapannya.

Meliputi proses penerimaan peserta didik baru, daerah rawan banjir, pengadaan sarana pembantu di lingkungan RT 52 hingga persoalan yang sama dari reses sebelumnya yakni semenisasi jalan sejumlah gang di beberapa RT sekitar.

Warga RT 22 Kasman mengeluhkan, kondisi parit di setiap gang yang terbilang kecil dan belum maksimal untuk menampung aliran air. Utamanya saat hujan deras. Akibatnya, sering terjadi banjir.

Ia menaruh harap, ada perbaikan drainase di gang kecil dengan ukuran 20 cm dengan atas terbuka. Agar lebih maksimal dan dampaknya juga lebih baik bagi lingkungan warga.

“Dulu kami tanam pipa untuk saluran parit, dengan harapan masih bisa digunakan sebagai jalan (bagian) atasnya. Tapi ternyata tidak maksimal karena jika ada kendala susah melakukan perbaikan dan pembersihan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua RT 22 Kartono memanfaatkan momentum tersebut dengan menyampaikan sejumlah keluhan. Seperti, belum tersedianya lokasi Posyandu yang permanen. Memang saat ini, ada lahan hibah dari warga dan proses pengajuan serah terima di kelurahan sudah diterima. Namun masih menunggu antrean di kelurahan.

Ia berharap, pembangunan Posyandu segera terealisasi. Karena akan digunakan multifungsi sekaligus sebagai poskamling untuk keamanan kampung.

“Saat ini Posyandu masih di rumah saya. Dan rumah saya sempit jadi kurang maksimal untuk kegiatan Posyandu,” kata Kartono.

Masalah klasik seperti fasilitas air bersih dari PDAM juga disampaikan sejumlah warga di lingkungan RT 22. Sebelumnya, ada 12 kuota pemasangan jaringan pelanggan PDAM. Namun hanya delapan sambungan yang bisa direalisasikan. Alasannya, persyaratannya mempersulit warga.

“Warga kami siap untuk gotong royong untuk pemasangan pipa induk. Tapi jangan dipersulit untuk persyaratannya,” tambahnya.

Terkait itu, Suriani menegaskan akan mengupayakan secara maksimal.

Khusus pembangunan Posyandu bisa diupayakan. Dengan catatan kepastian lahan yang telah dihibahkan. Dan ada dasar pembangunannya.

“Harus jelas dulu surat hibahnya. Lalu kalau bisa sudah ada dasar pembangunan. Minimal pondasinya atau berdiri tiangnya. Pasti akan kami bantu,” tuturnya meyakinkan.

Suriani pun mengimbau, bagi RT yang ingin mengajukan perbaikan rumah ibadah agar disegerakan. Sebab, untuk proyek pembangunan rumah ibadah tersedia dalam sistem sehingga cukup membantu.

“Contohnya Kelurahan Manggar sudah terealisasi. Tolong diusulkan jika ada ingin perbaikan rumah ibadah. Renovasi atap, lantai keramik dan kubah pun bisa,” ungkapnya.

Sementara, terkait sambungan pasang baru PDAM, Suriani menjelaskan, Balikpapan Timur sudah terealisasi pemasangan 2 ribu sambungan melalui program Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top