
KOTAKU, BALIKPAPAN-Kawasan hunian warga RT 13, di Kelurahan Damai Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan, kebanjiran akibat luapan air dari hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal, Kamis (10/1/2024).
Luapan air hilir DAS Ampal itu menggenangi sebagian besar rumah warga, sampai kawasan Gang Mufakat I dan II.
Ketua RT 13 Damai Bahagia Sagala mengatakan, banjir terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi, saat sore hari.
“Biasanya kalau hujan, air mengalir ke sungai, enggak sampai meluap. Nah itu gara-gara ada pintu air (rumah pompa) tertutup sebagian, jadi airnya meluap,” ujar Sagala, dihubungi kotaku.co.id.
Terpantau, sampai pukul 20.00 Wita, kawasan tersebut masih terendam. Tepatnya di kawasan Pos Kamling 2, RT 13 Damai Bahagia. Saat itu ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.
“Kalau di (dekat) rumah saya sampai Gang Mufakat masih terendam,” katanya.
Sejauh ini, belum ada petugas yang melakukan pengecekan kondisi banjir di kawasan tersebut.
Ia menilai, air meluap karena rumah pompa yang baru dibangun Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Balikpapan, belum bisa difungsikan.
“Dari PU (Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikpapan, Red) sampaikan, rumah pompa itu untuk mengantisipasi air laut pasang, sementara air yang dari sungai akan dipompa ke laut. Tapi kalau dilihat sekarang, ini belum bisa berfungsi,” katanya.
Sehingga, lanjut Sagala, saat hujan deras, aliran air sungai terhambat karena tidak semua pintu airnya terbuka.
Sementara itu, pompanya juga belum berfungsi. Akibatnya warga terdampak luapan air.
Diketahui, rumah pompa terdiri dari enam pintu air. Saat ini, hanya dua pintu air yang terbuka, sedangkan empat pintu lainnya dalam proses pemasangan pompa air.
“Kami (warga dan RT sekitar) sudah musyawarah dan bahkan sudah ke PU untuk membahas ini,” ulasnya.
Kata dia, berdasarkan informasi yang dia terima, PU akan menyelesaikan program penanggulangan banjir secara terintegrasi. Salah satunya dengan membangun rumah pompa.
“Seingat saya juga ada (pekerjaan) akan dibangun di Beller. Satunya lagi saya lupa. Tapi melihat kondisi sekarang, rasanya (selama proses pembangunan) kami akan terdampak terus,” urainya.

Ia berharap, proses pembangunan rumah pompa itu dapat berjalan dengan memperhatikan dampaknya bagi warga sekitar.
Terpisah, Kepala Dinas PU Kota Balikpapan Rita menyampaikan, rumah pompa yang ada di kawasan tersebut dalam tahap pengerjaan.
“Karena masih proses pemasangan (instalasi pompa). Kami akan diskusi dengan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen, Red) karena ini teknis sekali,” terangnya, melalui pesan singkat.
Ia menyebut akan segera berkoordinasi dengan PPK proyek rumah pompa, untuk memastikan penyelesaian proyek tersebut.
Termasuk membahas langkah jangka pendek yang akan dilakukan untuk mengantisipasi dampak yang ditimbulkan.
“Ada rencana kami drop-kan mesin pompa portabel sambil menunggu selesai pompanya terpasang,” pungkasnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui PU terus berupaya menanggulangi banjir di Kota Beriman melalui kegiatan pembangunan yang telah berjalan.
Yakni dengan menyelesaikan proyek peningkatan jalan dan drainase di jalan depan Global Sport, sekitar Jalan Beller, serta pekerjaan Jalan MT Haryono, tepatnya depan kantor Telkom dan seberangnya.
Termasuk membangun rumah pompa hilir DAS Ampal dengan harapan dapat mempercepat aliran air dari hulu, serta mengantisipasi arus air laut pasang. (*)



