
KOTAKU, BALIKPAPAN-Bidang Pendataan Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Kota Balikpapan terus mengintensifkan penyisiran untuk sejumlah Wajib Pajak (WP) sebagai upaya meningkatkan kepatuhan pajak daerah.
Setelah melakukan monitoring selama tiga hari yakni 17 November, 19 November dan 20 November, agenda serupa dijadwalkan kembali berlangsung awal Desember, tepatnya pekan pertama dan kedua.
Kepala Sub Bidang (Kasubbid) Pendataan BPPDRD Balikpapan Yusfa Djafar, menegaskan bahwa kegiatan penyisiran tidak hanya sekadar menagih, tetapi juga memberi edukasi kepada pelaku usaha tentang pentingnya pelaporan pajak yang konsisten.
“Banyak WP sebenarnya bukan tidak mau bayar, tapi lupa atau petugas yang biasa mengurus pajaknya sudah tidak ada,” ujarnya diamini Kepala Bidang (Kabid) Pendataan dan Penetapan BPPDRD Balikpapan Dicky Hariyono yang mewakili Kepala BPPDRD Balikpapan Idham, saat dijumpai di kantornya, Jalan Jenderal Sudirman Klandasan, Senin (24/11/2025).
Yusfa menjelaskan, keterlambatan pelaporan cukup sering terjadi, terutama sektor losmen dan penginapan kecil yang berganti pengelola. Sementara hotel berskala besar, hambatannya biasanya muncul karena pergantian staf administrasi internal.
Meski demikian, BPPDRD Balikpapan menekankan bahwa pelaporan pajak tetap wajib dilakukan setiap bulan, termasuk ketika usaha sedang sepi atau tidak memiliki pengunjung. Jika melewati batas waktu, WP akan dikenakan denda.
Monitoring dilakukan oleh dua tim, masing-masing menyisir tiga kecamatan. Secara paralel, petugas Dinas Lapangan (DL) juga melanjutkan pengawasan terhadap sektor penginapan yang sebelumnya telah dipantau, terutama WP yang sudah menerima surat panggilan pertama dari sistem.
Meski peningkatan pendapatan tidak langsung melonjak, BPPDRD Balikpapan mencatat respons positif dari penyisiran tiga hari sebelumnya.
Beberapa hotel langsung melunasi pajak setelah dikunjungi petugas, menunjukkan bahwa pengingat langsung di lapangan cukup efektif meningkatkan kedisiplinan.
“Jatuh tempo 10 hari kerja ditambah limo hari. Dengan rutin mengingatkan, WP jadi sadar bahwa kewajiban ini harus diselesaikan,” tutupnya. (*)



