Metro

Salut!! Kelurahan Klandasan Ulu Tutup TPS untuk Estetika Justru Buka Lapangan Kerja bagi Warga

Kawasan samping Masjid At-Taqwa yang kini sedang dibangun taman (foto: kotaku.co.id/januar)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Sebagai kawasan yang strategis Kelurahan Klandasan Ulu menutup enam Tempat Pengolahan Sampah (TPS) yang dianggap mengganggu pemandangan.

Lurah Klandasan R Novi Invani mengatakan TPS yang ditutup yang letaknya gampang dilihat oleh publik lebih tepatnya di jalan protokol.

“Seperti depan (Masjid) At Taqwa, di depan (kantor) PMI (Palang Merah Indonesia, Red) di depan (hotel) Novotel dan (TPS) lainya yang memang tidak sepantasnya dipandang mata,” sebutnya saat diwawancarai di kantornya, Jalan Jendral Sudirman, Balikpapan Kota, tepatnya di kawasan Pasar Klandasan, Selasa (31/10/2023).

Penutupan TPS itu bukan tanpa alasan, mengingat jalan protokol di kawasan Klandasan Ulu ini kerap dilintasi para tamu daerah..

“Contoh depan (hotel) Novotel, ‘kan banyak tamu daerah sering nginap di sana, enggak mungkin kan mereka lewat ada sampah berserakan atau meluber,” ujarnya.

Menyulap tempat yang awal kotor menjadi lebih indah pun juga d inisiasi, seperti di samping Masjid At-Taqwa yang semula terdapat TPS kini disulap menjadi taman kota.

“Dan Alhamdulillah semua bisa terlaksana walaupun bentrok dengan warga masyarakat,” ujarnya.

Bentrok dalam arti tidak disetujui oleh masyarakat mengingat TPS itu juga dibutuhkan masyarakat untuk membuang sampah.

R Novi Invani

Namun dari kelurahan tak habis akal, kendati TPS ditutup namun solusi tetap ada. Bahkan dari penutupan TPS tersebut sejumlah terbuka lapangan kerja.

Yakni mengumpulkan sampah dari rumah tangga hingga rumah makan dan tempat usaha lainnya.

Termasuk mengumpulkan sampah dari daerah pesisir agar warga tidak membuang sampah ke laut.

“Ini saya yang menginisiasi. Jadi tidak serta merta hanya menutup (TPS) tapi ada solusi. Dengan jemput bola (dikerjakan) warga yang memang butuh pekerjaan.

Warga yang kini bekerja mengumpulkan sampah juga djgaji dari CSR (Corporate Social Responsibility, Red) kelurahan, pengambilan dana dari RT dan bendahara RT setempat dan kami selaku inisiator hanya mengawasi,” jelasnya.

Penerapan ini bukan hal baru, namun sudah berjalan sejak tahun lalu. “Kami juga turut memfasilitasi warga dengan gerobak (sampah), saya fasilitasi sendiri sebagai lurah, dan ini anggaran sendiri supaya lebih berjalan dan lebih cepat,” pungkasnya. (*)

To Top

You cannot copy content of this page