
KOTAKU, BALIKPAPAN-Meski menunggu berjam-jam, Farida Perdani Sari yang membawa putrinya, Syarifah Raihan Al Qadri menjalani suntik vaksin untuk anak usia 6-12 tahun, mengaku bangga. Pasalnya, suntik vaksin yang diikuti buah hatinya kali ini memberikannya kesempatan bertemu langsung Gubernur Kaltim H Isran Noor dan Kapolda Kaltim Irjen Pol Imam Sugianto. Keduanya hadir dan memberikan semangat bagi peserta vaksin bertajuk Samsat Kaltim Peduli Vaksin yang diselenggarakan Ditlantas Polda Kaltim, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltim dan PT Jasa Raharja cabang Kaltim dan Kaltara di UPT Bapenda Balikpapan atau Samsat Batakan, Sabtu (22/1/2022).
Tak hanya bertemu Gubernur Kaltim dan Kapolda, ibu dan anak ini menjadi peserta beruntung yang mendapat doorprize berupa satu unit sepeda. “Saya jam 08.00 Wita sudah di sini. Lalu disuruh nunggu, ternyata ada gubernur,” seru Farida seraya menggandeng putrinya.
Dia menuturkan, bocah perempuannya menjalani vaksin dosis kedua. Ia mengaku tidak melakukan persiapan.
Terkait program Samsat Kaltim Peduli Vaksinasi, Gubernur Kaltim H Isran Noor menerangkan, total 4 ribu dosis disiapkan. Untuk anak 6-12 tahun, dewasa dan lansia. Digelar serentak di seluruh Kaltim. “Khusus hari ini, diutamakan anak-anak dan lansia,” jelas Isran Noor.
Untuk menambah keceriaan anak-anak yang divaksin, sejumlah superhero hadir menyapa peserta. Mulai karakter superhero Iron Man hingga Batman. Ada juga badut dengan karakter Zebra.
Secara keseluruhan dia menyebut, populasi masyarakat vaksin kategori dewasa di Kaltim di atas 90 persen untuk dosis pertama dan 80 persen dosis kedua. Sedangkan anak-anak baru mencapai 50 persen. “Mudah-mudahan bisa mencapai 60 persen akhir Januari ini,” ulasnya.
Lebih lanjut dia menerangkan, Kabupaten Paser dan Kutai Kartanegara (Kukar) merupakan daerah dengan populasi masyarakat vaksin di bawah target. Berbanding terbalik dengan Balikpapan, Samarinda hingga Bontang yang cenderung melampaui.
Disinggung kendala yang menyebabkan sejumlah daerah yang dimaksud, di bawah target vaksinasi, Isran Noor memberi sejumlah gambaran. “Bisa karena faktor jauh tempatnya. Ada juga yang memang enggak mau divaksin. Ada itu. Di seluruh Indonesia ada yang seperti itu, di Amerika juga ada (warganya) gak mau divaksin,” jawabnya bernada guyon.
Sementara itu, Kapolda Kaltim Irjen pol Imam Sugianto menerangkan, dalam rangka menyukseskan program Samsat Kaltim Peduli Vaksinasi diperlukan semangat. “Kami mendukung kebijakan gubernur. Tadi kami juga sudah perintahkan seluruh Kapolres di Kaltim melalui teleconference, bersama stakeholder, laku vaksinasi 10 kabupaten dan kota di Kaltim tiap minggu dievaluasi dan harus meningkat. Sabtu kami canangkan sebagai hari vaksinasi,” tegasnya.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kapolresta Balikpapan Kombes Pol V Thirdy Hardmiarso, Kepala Bapenda Kaltim, Ismiati dan Kepala Jasa Raharja cabang Kaltim dan Kaltara Eva Yuliasta. (*)



