Metro Advertorial

Sat Set Pendaftaran dan Kurasi Usaha di Balikpapan lewat Sobat UMKM

Heru Ressandy

KOTAKU, BALIKPAPAN-Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus mempercepat digitalisasi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu inovasinya yakni Sobat UMKM.

Solusi digital bagi pelaku usaha yang ingin mengurus legalitas dan pengembangan bisnis tanpa datang langsung ke kantor dinas terkait.

Program ini memungkinkan pendaftaran dan kurasi usaha jadi sat set, sehingga pelaku UMKM dapat lebih cepat memperoleh pendampingan dan akses pasar yang lebih luas.

Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan Heru Ressandy dijumpai saat menghadiri pembukaan Safari Ramadan yang digelar di Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan, Selasa (4/3/2025) malam.

“Sebelumnya, pendaftaran dilakukan secara manual dan sering kali membuat antrean panjang. Sekarang, dengan Sobat UMKM, prosesnya jauh lebih cepat dan efisien.

UMKM bisa langsung mendaftar secara online, mengisi data dasar, dan melengkapi perizinan tanpa harus datang ke kantor,” ujarnya.

Disebutkan, hingga tahun 2024, lebih dari 87 ribu UMKM telah terdaftar dalam sistem. Dengan Sobat UMKM, pelaku usaha bisa melakukan pendaftaran melalui dua cara.

Yakni langsung datang ke kantor layanan kurasi UMKM kemudian mendaftar secara online melalui website Sobat UMKM.

Setelah terdaftar, UMKM yang sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) akan masuk dalam tahap kurasi lebih lanjut dan akan mendapatkan bimbingan sesuai dengan kebutuhan usaha.

“Setelah registrasi awal, UMKM akan mendapatkan arahan terkait pelatihan, pemasaran, hingga desain produk.

Kami juga memiliki konsultan yang siap mendampingi dalam aspek legalitas dan strategi pemasaran,” jelas Heru.

Secara akurasi dia menyebut, Sobat UMKM memiliki keunggulan. Seperti pendampingan langsung dari konsultan bisnis, akses mendapatkan pelatihan pemasaran dan desain produk.

Bahkan kemudahan mendapatkan akses pembiayaan dan bantuan permodalan. Dan yang tidak kalah penting yakni digitalisasi layanan dalam satu platform yang lebih efisien.

Heru juga menyampaikan bahwa bagi UMKM binaan yang sudah memiliki produk, hanya perlu melakukan registrasi ulang melalui Sobat UMKM untuk memperbarui data dan mengakses layanan baru yang lebih lengkap.

“Jika sebelumnya berbasis aplikasi, kini kami beralih menggunakan website agar lebih mudah diakses oleh semua pelaku usaha,” tambahnya.

Inovasi ini diharapkan dapat mendorong UMKM di Balikpapan semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar nasional maupun global. (*)

To Top

You cannot copy content of this page