
KOTAKU, BALIKPAPAN-Di tengah dinamika industri logistik yang terus bergerak cepat, PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) berhasil menutup tahun 2025 dengan catatan kinerja yang stabil dan konsisten.
Sepanjang Januari hingga Desember 2025, terminal ini melayani arus petikemas sekitar 200 ribu TEUs.
Dibandingkan tahun sebelumnya, pertumbuhan arus petikemas tahun 2025 memang cenderung lebih moderat.
Jika tahun 2024 KKT mencatat lonjakan sekitar 20 persen, maka tahun 2025 realisasi berada sekitar 5 persen di bawah target RKAP.
Namun, kondisi ini dinilai sebagai fase penyesuaian yang realistis, sejalan dengan situasi ekonomi regional dan pola distribusi barang yang mengalami pergeseran.
Direktur Utama KKT Enriany Muis mengatakan bahwa, capaian tahun 2025 tidak semata diukur dari pertumbuhan.
Fokus utama perusahaan yakni menjaga keberlanjutan operasional, efisiensi proses, serta keandalan layanan bagi pengguna jasa.
“Di tengah tekanan eksternal yang mempengaruhi volume bongkar muat, KKT tetap memastikan layanan berjalan tepat waktu dan konsisten,” ujarnya, Kamis (15/1/2926).
Dia menjelaskan, sebagai bagian dari transformasi, KKT melakukan lompatan besar dengan mengimplementasikan sistem digital Vehicle Mounted Terminal (VMT).
Sistem ini terpasang langsung dengan alat bongkar muat seperti reach stacker, RTG, dan Head Truck, memungkinkan pencatatan data secara Real-Time, meningkatkan akurasi, serta mempercepat koordinasi antar unit di lapangan.
Di sisi lain, dinamika pasar turut mempengaruhi kinerja arus peti kemas.
Sekitar 10 persen muatan seperti besi tua dan barang pindahan beralih ke skema nonpeti kemas.
Selain itu, menurunnya intensitas proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara juga berdampak dengan distribusi material yang sebelumnya didominasi peti kemas.
Memasuki tahun 2026, KKT menyiapkan arah baru dengan strategi penguatan kinerja dan perluasan pasar.
Salah satu peluang yang dijajaki adalah pengembangan komoditas Crude Palm Oil (CPO) sebagai potensi muatan baru. (*)



