Metro

Seminar ALKI II Zone Investment Forum Bahas Potensi Wisata Bahari

Suasana seminar ALKI II Zone Investment Forum 2023 (kotaku.co.id/ryan)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II menyimpan berbagai potensi yang dapat dikembangkan. Salah satunya wisata bahari.

Hal ini dibahas dalam Seminar ALKI II Zone Investment Forum 2023, yang dilaksanakan di Grand Jatra Hotel Balikpapan Super Blok (BSB).

ALKI II Zone Investment Forum 2023 merupakan kegiatan bergengsi yang diinisiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan. Ajang tersebut dihadiri para delegasi negara calon investor dan 11 provinsi yang ada di dekat jalur ALKI II.

ALKI II Zone Investment Forum 2023 juga menjadi ajang promosi potensi 11 provinsi yang hadir dalam kegiatan bertaraf internasional tersebut.

Digelar di atrium e.Walk Balikpapan Superblock (BSB) selama sepekan sejak Selasa (24/10/2023) hingga Minggu (29/10/2023).

Ada beragam rangkaian acara yang digelar untuk memeriahkan kegiatan tersebut. Mulai pameran produk UMKM, talkshow hingga fashion show.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Akmal Malik bersama Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud.

Potensi wisata bahari dilirik salah seorang peserta, yakni Riyama, mewakili Direktorat Investasi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia (RI).

“Kira-kira bentuk investasi pariwisata bahari di laut ALKI II, seperti apa. Apalagi dengan adanya Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara,” ujar Riyama.

Dalam hal ini Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Indonesian National Shipowners Association (INSA) Capt Zaenal A Hasibuan, yang menjadi salah seorang narasumber Seminar ALKI II, memberikan gambaran potensi wisata bahari yang sudah berjalan dengan baik di Kaltim.

“Saya spesifik ke arah (pembahasan) maritim. Nah kalau bicara turis, maka yang (perlu) dibahas adalah akomodasi,” ujarnya, didampingi dua narasumber lainnya.

Yakni Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita Ibu Kota Negara (OIKN) Nusantara Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi dan Konsul Jenderal Australia dari Kedutaan Australia untuk Makassar Todd Dias.

Menurut Zaenal, kehadiran para turis tentu diharapkan dapat berkah bagi daerah, dengan mempromosikan beragam kerajinan daerah, serta menikmati waktu istimewa dengan merasakan pengalaman berlayar, khususnya di Teluk Balikpapan dan sekitarnya.

“Yang paling penting berapa banyak yang mereka (turis, Red) Spend (belanjakan) di daerah itu.

Nah, kami melihat fenomena di selatan ALKI II, misalnya di kegiatan tahunan MotoGP Mandalika, selalu ada masalah akomodasi,” urainya.

Namun demikian, Zaenal meyakini bahwa Kaltim berpengalaman dalam menyediakan akomodasi.

Misalnya, floating hotel atau hotel di lepas pantai yang menarik untuk dikembangkan sebagai wahana wisata.

Dulunya, kata dia, akomodasi itu diperuntukkan para ekspatriat bidang minyak dan gas.

“Ada puluhan di Sungai Mahakam. Saat kami membangun di lepas pantai dengan kualifikasi yang dapat diterima industri internasional.

Kenapa saya sampaikan, karena akan sangat bagus kalau disediakan di Teluk Balikpapan,” ucapnya.

Dengan demikian, Zaenal berpandangan bahwa pembangunan hotel di atas laut akan lebih baik dari pada membangun hotel baru di atas tanah yang notabenenya bisa berdampak terhadap kualitas alam Kota Balikpapan.

“Jadi saat ada hajatan besar misalnya di Mandalika atau di Bali dan membutuhkan akomodasi, maka tinggal ambil tugboat dan dipindahkan akomodasinya di daerah yang membutuhkan saat Low Season (musim sepi, Red).

Peluangnya tentu sangat besar, tetapi sesuai dengan namanya ekonomi kreatif, maka harus kreatif,” urainya.

Selain itu, Zaenal juga mengungkapkan bahwa potensi hidupnya wisata bahari akan didorong oleh peningkatan jumlah penduduk, karena besarnya magnet IKN Nusantara.

“Saya tidak yakin, dengan penambahan 1,8 juta penduduk (di Balikpapan dan IKN) mereka akan berlibur ke Bali atau Lombok setiap pekan, tentu akan sangat mahal.

Maka dibutuhkan destinasi wisata baru, kalau sekarang mereka cuma tahunnya beberapa tempat saja di Balikpapan,” ucapnya.

Zaenal menilai, dibutuhkan kreativitas untuk membangun destinasi wisata bahari yang dapat memberikan pengalaman menarik, untuk memenuhi ekspektasi masyarakat Indonesia yang akan datang ke IKN.

“Harapannya akan tumbuh tempat-tempat atau industri pariwisata, seperti Derawan atau yang lain.

Karena memang bisa dikembangkan untuk skala ekonomi kreatif ataupun UMKM,” pungkasnya. (*)

To Top

You cannot copy content of this page