
Namun, masyarakat tak perlu khawatir dengan petugas yang melakukan Sensus Penduduk di tengah Pandemi Covid 19. Dikarenakan, petugas sudah dibekali dengan alat pelindung diri dan petugas sudah melakukan Rapid Test. “Mereka dalam kondisi yang sehat normal supaya masyarakat tidak takut dan tidak khawatir dan mereka juga punya pilihan jika tidak bisa bertemu langsung dengan telepon pun bisa jadi nanti mereka koordinasi dengan RT (setempat,Red),” ucapnya.
Selaras dengan itu, Kepala BPS Balikpapan Achmad Zaini mengatakan bahwa pertanyaan yang disampaikan tidak terlalu banyak, hanya saja Sensus ini mengecek apakah data yang bersangkutan sama atau ada perubahan. “Metodelogi yang dipakai kombinasi dengan data base kependudukan catatan sipil,” tuturnya.
Sekitar 165 ribu masyarakat Balikpapan yang sudah melakukan Sensus secara daring dari jumlah penduduk 665 ribu. Itu artinya ada 490 ribu warga belum mengikuti Sensus Penduduk. Oleh karenanya akan didatangi secara door to door oleh petugas Sensus Penduduk. Setiap petugas akan mendata 15 rukun tetangga (RT) atau 600-650 KK.
Tak lupa pun, dia menghimbau kepada masyarakat bahwa data setiap penduduk sangatlah esensial dan penting, sebagai tanda penduduk tersebut tercatat sebagai warga Kota Balikpapan yang berguna untuk berbagai kepentingan. (*)



