
KOTAKU, BALIKPAPAN-Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispustakar) Kota Balikpapan mengadakan Program Bulan Promosi Bahasa dan Sastra, dengan menggelar kegiatan edukatif, sepanjang Oktober 2023.
Program itu jadi ajang edukasi bagi masyarakat Kota Balikpapan. Khususnya bagi warga yang berminat dalam bidang public speaking atau pembicara publik.
Ya, Dispustakar Kota Balikpapan membuka kelas public speaking, yang dilaksanakan di ruang aula lantai IV kantor Dispustakar Kota Balikpapan, beralamat di Jalan Kapten Piere Tandean, Telaga Sari, Balikpapan Kota, kawasan Gunung Pasir, Sabtu (28/10/2023).
Dalam kesempatan yang sama juga, telah dibuka juga kelas Membaca Nyaring dan Mendongeng yang menghadirkan narasumber yakni Muhammad Amir. Dipusatkan di ruang rapat I lantai IV kantor Dispustakar Kota Balikpapan.
“Untuk mengikuti kelas itu, ada link pendaftarannya. Untuk peserta kelas public speaking itu orang dewasa yang kebanyakan para guru-guru,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Perpustakaan Dispustakar Kota Balikpapan Kartini mewakili Kepala Dinas Elvin Junaedi, ditemui di kantornya, Selasa (31/10/2023).
Meski banyak diminati para guru, namun kelas ini juga terbuka untuk kategori peserta didik jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah (MA).
Pendaftarannya juga dibuka untuk masyarakat umum.
“Mungkin para guru itu memang OK, bisa berbicara di depan anak didiknya namun tetap membutuhkan pelatihan,” katanya.
Lanjut dia menjelaskan, kelas Public Speaking dihadiri narasumber, yakni Dewi Septya. Ia sudah sering diajak berkolaborasi dalam kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan Dispustakar Kota Balikpapan.
“Tapi untuk Public Speaking sepertinya baru pertama kali. Biasanya tahun sebelumnya, kami menggunakan jasa Mas Reval, dari Humas dan Protokol Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan.
Namun saat ini Reval sangat sibuk mendampingi kegiatan Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud,” ungkapnya.
Dalam kelas itu, para peserta diajarkan teknik berbicara di depan khalayak.
Materi disampaikan Dewi Septya secara teori dan praktik. Sehingga setiap peserta diajak untuk melakukan upaya-upaya berbicara di depan publik secara baik dan benar.
“Alhamdulillah kegiatan ini juga berjalan dengan baik, dan kami harapkan agar para peserta mendapat manfaatnya,” pungkasnya. (*)



