
KOTAKU, BALIKPAPAN-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan menitikberatkan syiar Islam dan transparansi dalam kegiatan. Ini akan diwujudkan dengan konsep digitalisasi dengan menyiapkan sarana siniar alias Podcast yang disiarkan secara live dan sinkronisasi ke media sosial (medsos) baik itu Instagram (IG), Facebook (FB) maupun YouTube.
Siniar bertitel Obrolan Podcast Islam dan Inspiratif (Opini) MUI yang dirancang dengan content variatif berisi syiar-syiar Islam dan berkaitan dengan tugas MUI.
“Jadi Opini MUI bisa berkaitan dengan kebijakan MUI baik itu fatwa, dakwah silabus penguatan ekonomi ummat, pendidikan dan perempuan dalam keluarga, pengembangan masyarakat sampai seni budaya Islam dan yang tak kalah penting mendukung program pemerintah yang positif untuk umat,” kata Ketua MUI Balikpapan H Habib Mahdar Abu Bakar Al-Qadri MA dalam keterangan persnya yang disampaikan, Minggu (26/9/2021).
Disebutkan, saat ini MUI Balikpapan memiliki delapan komisi yakni Komisi Fatwa, Hukum dan Perundang-Undangan,
Komisi Ukhuwah Islamiyah dan Kerukunan Antar Umat Beragama, Komisi Dakwah, Seni Budaya Islam dan Pengembangan Masyarakat, Komisi Pendidikan dan Kaderisasi, Komisi Pengkajian dan Penelitian, Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat, Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga dan Komisi Informasi, Komunikasi dan Hubungan Luar Negeri.
“Komisi itu nanti membuat program dan rencana kerja satu tahun lewat rapat koordinasi (rakor). Masing-masing menyampaikan program yang realistis. Dan programnya yang paling penting memiliki platform MUI menjadi mitra strategis pemerintah dengan instrumen keagamaan,” jelas Habib Mahdar.
Selain itu, pengembangan kualitas kehidupan keagamaan, kesejahteraan masyarakat dan pengembangan ekosistem industri halal. Semua penting, khususnya yang berkait dengan ekonomi. Sebab, ekosistem industri dunia akhir-akhir ini meliputi industri halal, ekonomi dan keuangan syariah serta bisnis digital. “Nanti informasi secara detail juga dapat diketahui umat Islam lainnya melalui pengembangan website MUI lebih maksimal,” imbuhnya.
Menurutnya, MUI Balikpapan perlu melaksanakan program bersama seluruh komisi, lembaga dan badan yang menjadi perangkat MUI. Program dan orientasi yang sesuai skala prioritas disertai inovasi dengan target yang terukur dan dilakukan mencapai rida Allah SWT.
AQIDAH DAN AKHLAK
Sementara itu, menurut Sekretaris Umum MUI Balikpapan KH Muhammad Muslikh, MUI punya peran pemberi fatwa (mufti), pembimbing sekaligus pelayan umat (wakadhim al ummah), gerakan islah dan penegakkan amal ma’ruf dan nahi munkar.
“Sehingga, program yang dibuat nanti sesuai komisi seperti peningkatan aqidah dan akhlak serta syariah. Program juga harus realistis sesuai dengan kondisi umat perhatikan skala prioritas,” ucapnya.
Menurutnya, keberadaan MUI untuk mewujudkan masyarakat yang berkualitas (khaira ummah), sehingga Kota Balikpapan semakin aman, damai, adil dan makmur rohaniah dan jasmaniah yang diridai Allah (baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur).
“Termasuk juga melakukan upaya peningkatan ukhuwah islamiyah meliputi ukhuwah sesama umat dan ormas Islam dan ukhuwah sesama warga Balikpapan dalam konteks penguatan ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa), (persaudaraan umat manusia),” tutupnya. (*)



